Dapat Fee Rp 4,1 Miliar, Marianus Sae Janjikan 6 Paket Proyek Senilai Rp 54 Miliar ke Kontraktor

oleh
Marianus Sae (Foto: istimewa/Florespost)

FLORESPOST.co, Jakarta – Bupati Ngada, Marianus Sae menjanjikan memberikan enam paket proyek dengan total nilai Rp 54 miliar ke PT Sinar 99 Permai pada tahun anggaran 2018 ini.

Untuk mendapatkan proyek tersebut, Marianus meminta Wihelmus Iwan Ulumbu (WIU), direktur perusahaan tersebut untuk menyetorkan uang senilai Rp 4,1 miliar sebagai fee proyek.

Uang senilai Rp 4,1 miliar ini diberikan secara bertahap baik melalui transfer maupun secara tunai kepada Marianus sejak November 2017 lalu.

Pemberian pertama dilakukan pada November 2017 di Jakarta senilai Rp 1,5 miliar. Kemudian pada Desember 2017, ditransfer melalui rekening atas nama WUI sendiri senilai Rp 2 miliar. ATM atas nama WUI disiman oleh Marianus.

Lalu, pada 16 Januari 2018, Marianus menerima uang secara cash di rumah jantan bupati sebesar Rp 400 juta dan pada  6 Februari kembali diberikan uang cash di rumah jabatan  bupati sebesar 200 juta.

Uang tersebut, menurut  Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan digunakan Marianus  untuk agenda kunjungannya selaku  calon gubernur NTT ke pulau Sumba.

Sebagai imbalan atas pemberian uang tersebut, Marianus menjanjikan Wihelmus Iwan Ulumbu proyek senilai Rp 54 miliar pada tahun 2018 ini.

Ada pun proyek yang dijanjikan itu adalah pembangunan jalan Koma Wogas senilai Rp 5 Miliar,  pembangunan jembatan  Moawae senilai Rp 3 Miliar, pengerjaan ruas jalan Rana Mutemi senilai Rp 20 miliar,  jalan Riangsemarunggela  senilari Rp  14 miliar, ruas jalan Emerwanggela senilai Rp 5 miliar dan satu ruas jalan lagi senilai Rp 2 miliar.

“Inilah yang dijanjikan oleh MS kepada WIU,”urai Basaria Pandjaitan saat konferensi pers di Jakrata, Senin (12/2/2018).

Marianus diciduk KPK dari sebuah hotel di Surabya pada Minggu sore (11/2/2018) saat bersama seorang berinisial ATS.

Penyidik KPK berhasil menyita  satu unit kartu ATM, dan beberapa struk buktitransfer bank.

KPK itu juga sudah melakukan penyegelan di beberapa tempat sepeti ruang kerja rumah dinas Bupati Ngada, ruang kerja bupati dan ajudan, ruang keja PT Sinar99 Permai di Bajawa.

Baca: Kronologi Penangkapan Calon Gubernur NTT, Marianus Sae oleh KPK

KPK sudah menetapkan Marianus sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Bahwa adanya dugaan tindak pidana korupsi yaitu memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada bupati Ngada terkait proyek di kabupaten Ngada. KPK menaikan status penindakan perkara  ke level penyidikan,”kata Basariah.

Reporter : Antonius Rahu | Editor : PTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *