Kronologi Penangkapan Calon Gubernur NTT, Marianus Sae oleh KPK

oleh
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menggelar konferensi pers terkait OTT Calon Gubernur NTT sekaligus Bupati Ngada, Marianus Sae, di gedung KPK Senin pagi, (12/2). FOTO: Istimewa/Florespost

FLORESPOST.co, Jakarta – Calon gubernur NTT yang diusung PDI-P dan PKB Marianus Sae ditangkap KPK dan telah menjadi tersangka dugaan penerimaan fee proyek dari kontraktor.

Marianus yang juga menajabat sebagai bupati kabupaten Ngada, NTT menjadi tersangka bersama Wilhelmus Iwan Ulumbu, Direktur PT Sinar 99 Permai yang diduga sebagai pihak pemberi uang.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, dalam konferensi pers di gedung KPK Senin pagi, (12/2) menerangkan kronologi penagkapan Marianus.

Menurut Basaria, operasi OTT kepada Marianus Sae dilakukan KPK setelah menerima laporan dari sejumlah pihak tentang calon Gubernur NTT itu.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat tim menelusuri informasi tersebut, pada akhirnya pada Minggu 10 Februari kemarin, tim bergerak secara paralel menuju beberapa tempat,”kata Basaria Pandjaitan.

Secara umum, kata Basaria, tim bergerak ke tiga tempat berbeda yakni Surabaya, Kupang dan Bajawa ibukota kabupaten Ngada.

Sekitar pukul 10:00 Wita tim pertama bergerak menju salah satu hotel di kota Surabaya Jawa Timur.

“Dan mengamankan MS dan ATS dari tangan MS tim mengamankan struk struk transaksi keuangan dan ATM.  Tim kedua berhasil mengamankan GK di posko kemenangan di Kupang sekitar pukul 11:30Wita  sedangkan tim ketiga juga mengamankan WIU (salah seorang Kontraktor) di kediamannya di Bajawa sekitar pukul 11:30 Wita,”terangnya.

Selain itu, kata Basaria,  tim juga mengamankan TP sekitar pukul 11:45Wita.  Dari kelima orang yang diamankan itu, KPK melakukan pemeriksaan awal di tiga tempat berbeda yakni di Kupang, di Polda Surabaya dan Bajawa.

“Setelah melakukan pemeriksaan awal tersebut tim menerbangkan MS dan ATS dan GK ke Jakarta pada hari Minggu kemarin tanggal 11 Februari malam untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK,”tambahnya.

Baca: Jadi Tersangka Korupsi, Ini Uang yang Diterima Marianus Sae dari Kontraktor

Menurutnya, kuat dugaan pemberian uang dari ATS ke MS adalah terkait Fee sejumlah proyek di kabupaten Ngada.

“Karena  PT yang bersangkutan ini sudah mendapatkan proyek di kabupaten tersebut pada tahun sebelumnya. WIU adalah salah satu kontraktor yang kerap mendapatkan sejumlah proyek di kabupaten Ngada sejak 2011 yang lalu,”katanya.

Setelah menjalani pemeriksan  satu kali dua pulu empat jam  kepada MS, kata Basaria, tim penyidik menaikan status hukum MS ke tingkat penyidikan.

Reporter : Antonius Rahu | Editor : PTT

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *