BPS Lembata Gelar Survei Susenas 2018

oleh
Kegiatan Pelatihan Susenas 2018 di Aula Hotel Lembata Indah. (Foto: Yusno Buyanaya)

FLORESPOST.co, Lewoleba Lembaga Badan Pusat Statistik segera melakukan survei sosial ekonomi Nasional hingga Maret 2018.

Survei Susenas ini melibatkan 34 petugas survei yang akan bekerja pada 44 blok sensus.

Susenas 2018 akan memotret angka pengangguran, kemiskinan, ginie ratio atau ketimpangan distribusi penduduk, serta Index Pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Lembata.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Lembata, Yustinus Laba kepada Florespost.co, Senin (13/2) dalam kegiatan pelatihan bagi petugas Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2018 di aula hotel Lembata Indah.

Menurut Kepala Seksi Statistik yang juga sebagai Instruktur Nasional itu, data Susenas sangat diperlukan dalam proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi program.

Kegiatan Pelatihan Susenas 2018 di Aula Hotel Lembata Indah. (Foto: Yusno Buyanaya)

Tak hanya itu, dengan skala yang begitu luas dan beragam manfaat yang tersedia, Data Susenas juga dimanfaatkan oleh sejumlah institusi dan organisasi internasional sebagai referensi dan sumber data untuk berbagai analisis pembangunan.

“Kita mengerahkan 34 peserta yang dilatih menggunakan SOP survei BPS dan akan ditempatkan di 44 blok sensus. Susenas kali ini berbeda karena diitegrasikan dengan pelaksanaan riset kesehatan dasar (Riskesdas) Departemen Kesehatan. Jadi responden yang sama akan menjadi responden untuk survei Riskesdas,” ujar Yustinus.

Sementara itu, Kepala BPS Lembata, Ir. Paulus Puru Bebe, melalui Kepala Seksi Statistik Distribusi Rusdin Ashari Syarif, meminta para petugas pencacah lapangan agar memiliki integritas tinggi dalam pengumpulan data.

“Jangan sampai ada petugas PCL dan PML yang tidak turun lapangan, atau mengerjakan updating dan pencacahan atau mengisi kuisioner secara sembarangan. Ikuti SOP, jangan mengurangi tahapan yang diharuskan, patuhi semua aturan, tata cara dan konsep definisi dalam survei. Bagi petugas baru, harus banyak belajar dan berlatih. Jangan segan-segan untuk bertanya atau mendiskusikan hal-hal yang belum jelas kepada PML atau pengawas lapangan dan Innas di kelas,” ujar Puru Bebe.

Data BPS selama ini menjadi data kompeten yang digunakan pemerintah untuk menata pembangunan di Indonesia. (PT/Emanuel Bataona).

Reporter : PT/Emanuel Bataona | Editor : PTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *