Beranda Florata News Kepala Desa Ketahuan Selingkuh, Warga Demo di Kantor Bupati Lembata

Kepala Desa Ketahuan Selingkuh, Warga Demo di Kantor Bupati Lembata

103
0
Aksi Damai Masyarakat dan BPD Desa Laranwutun di Kantor Bupati Lembata (Emanuel Bataona/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Lembata – Masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, Lembata pada Kamis (15/2) melakukan aksi damai di Kantor Bupati Lembata. Merek  mendesak Bupati Yance Sunur mencopot Kepala Desa (Kades) Laranwutun GKL dari jabatannya.

Sebelumnya, GKL diketahui tertangikap basah berselingkuh dengan Wanita Idaman Lain (WIL) pada Sabtu (4/11/2017) lalu.

Dalam orasinya Antonius Tora menegaskan segala upaya telah dilakukan oleh BPD serta masyarakat Laranwutun dari rapat gelar pendapat dan penandatanganan berita acara kesepakatan memberhentikan kepala Desa Laranwutun dari jabatannya.

“Sudah ada kordinasi dari BPD Desa Laranwutun bersama Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial dan Pemerintah Desa Kabupaten Lembata yang berujung pada penandatanganan surat pernyataan menjamin situasi dan kondisi dalam keadaan kondusif pasca pemberhentian Kepala Desa Laranwutun,” tegas Antonius.

Dalam aksi damai tersebut, Ketua BPD Desa Laranwutun Thomas Ola Nilan membacakan pernyataan sikap Badan Permusyawaratan Desa Laranwutun dan masyarakat Desa Laranwutun.

Adapun pernyataan sikap tertulis , disebutkan bahwa BPD dan masyarakat Desa Laranwutun tetap konsisten dengan hasil keputusan rapat dengar pendapat yang termuat dalam berita acara kesepakatan bersama antara BPD dan masyarakat Desa Laranwutun tanggal 08 November 2017 dengan No. 012/BPD-LWT/XI/2017 Tentang pemberhentian Kepala Desa Laranwutun.

“Meminta dengan hormat kepada Bupati Lembata untuk menandatangani surat keputusan pemberhentian Kepala Desa Laranwutun dari jabatannya,”tulis mereka.

Untuk diketahui kepala desa Laranwutun yang berinisial GKL ketahuan selingkuh dengan seorang perempuan yang hendak menikah.

GKL tertangkap tengah bersama selingkuhan yang mengabdi sebagai seorang guru di SDK Waipukang, Desa Laranwutun.

Menurut informasi, perempuan berinisial GMA tersebut telah mengikut kursus pernikahan dan sudah mendapatkan panggilan sebanyak tiga kali sesuai aturan Gereja Katolik.

Ia seharusnya telah melangsungkan pernikahan pada (17/112017) lalu.

Baca: Kepala Desa di Lembata yang Selingkuh dengan Calon Pengantin Dipecat

Bahkan kabar merebak, GKL adalah calon bapa saksi pernihakan GMA.

Reporter : Emanuel Bataona | Editor: FUL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here