Beranda Headline TKW Asal NTT yang Disiksa Hingga Tewas di Malaysia Pergi Secara Ilegal

TKW Asal NTT yang Disiksa Hingga Tewas di Malaysia Pergi Secara Ilegal

78
0
Foto: Ilustrasi/Istimewa

FLORESPOST.co, Kupang – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal NTT  diduga tewas karena disiksa majukannya di Penang, Malaysia.

Perempuan bernama lengkap Adelina Lisao ini berasal dari desa Abi Kecaamtan Oenino Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Informasi yang dihimpun Florespost.co, Adelina diduga dianiaya majikannya karena tuduhan melakukan pembunuhan. Kepolisian Malaysia dikabarkan sudah menangkap tiga pelaku penganiyaan terhadap almarhumah.

Direktorat Reskrim Umum Polda NTT dan Satuan TPPO  pada Rabu (14/2) kemarin juga berhasil menangkap dua perekrut Adelina.

Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kupang menyebutkan almarhumah tidak tercatat di BP3TKI Kupang sebagai TKI karena pergi secara illegal.

“Makanya kami setengah mati cari alamatnya [karena dia ini menjadi TKI secara] illegal,”ujar Siwa, Kepala Seksi Perlindungan BP3TKI Kupang kepada Florespost.co, Kamis (15/2).

Siswa mengatakan mulanya,  BP3TKI Kupang diminta oleh Kementerian Luar Negeri  untuk mencari alih waris almarhumah di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang. Tetapi di sana tidak ditemukan.

Belakangan setelah melihat kembali data yang dikirim pihak Konsulat Jenderal RI Penang, Malaysia, pihaknya menemukan data di Kartu Keluarga yang menyebutkan bahwa almarhumah lahir di desa Abi. Setelah melalui pengecekan di internet dan juga didukung nama marga almarhumah, baru kemudian diketahui alamat sebenarnya di desa Abi, Kecamatan Oenino, Kabupaten TTS.

BP3TKI kemudian menghubungi dinas setempat dan juga seorang pendeta yang sering melakukan advokasi TKI untuk mencari tahu keluarga almarhumah.

Siswa mengatakan jenasah alamarhumah hari ini akan diterbangkan dari Penang menuju Kuala Lumpur, ibukota Malaysia. Selanjutnya, besok akan menuju Jakarta. “Sabtu dari Jakarta ke Kupang,”ujarnya.

Sebelumnya, Nusron Wahid, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengatakan akan segera memulangkan jenasah almarhumah.

“Kami terus berkomunikasi dengan KJRI Penang. Proses hukum tetap berjalan. Jadi tidak berhenti karena jenasah almarhum dipulangkan. Kami juga akan terus mengawal proses hak hak industrialnya karena faktanya dia bekerja dan mempunyai majikan,” tegas Nusron Wahid dalam keterangan tertulis, Rabu (14/2).

Reporter :PTT | Editor: PTT

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here