Beranda Headline Proses Hukum Kasus OTT Mantan Kasatreskim Polres Manggarai Terus Berlanjut

Proses Hukum Kasus OTT Mantan Kasatreskim Polres Manggarai Terus Berlanjut

92
1
Kapolres Manggarai saat beraudiensi dengan wartawan di Mapolres Manggarai. Foto:Adi Nembok/Florespost.co.

FLORESPOST.co, Ruteng – Proses hukum terhadap mantan Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Manggarai, NTT, Iptu Aldo Febrianto, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu kini terus dilakukan pihak Propam Polda NTT.

Sejumlah saksi termasuk Aldo Febrianto masih dalam proses pemeriksaan. “Kasus ini terus diproses. Sejumlah saksi termasuk terlapor Aldo Febrianto masih dimintai keterangan.Sejauh ini,itu saja yang kami tahu,”jelas Kapolres Manggarai,AKBP Cliffry,saat beraudiensi dengan wartawan,Jumat (16/2/2018) di Mapolres Manggarai.

Menurut Kapolres, kasus OTT ini tidak berhenti. Propam Polda NTT terus mendalami kasus ini.

“Penangananya sudah di Polda. Propam Polda tetap melaksanakan upaya-upaya dalam bentukan penyidikan. Intinya, proses tetap berjalan,”jelas Kapolres Cliffry.

Beberapa waktu lalu, kata dia, pihak Polres Manggarai diminta pihak Propam Polda NTT untuk memanggil para saksi baik anggota polisi maupun Direktur PT Manggarai Multi Investasi (MMI), Yus Mahu.

Selain terjaring OTT saat menerima pemberian dari PT MMI, Aldo juga dilaporkan meminta sejumlah uang kepada tersangka penambang pasir Wae Reno, desa Ranaka,Kecamatan Wae Rii.

Para penambang pasir meminta agar Tipidter Reskrim Polres Manggarai mengembalikan uang jaminan yang berjumlah ratusan juta.

Kapolres Cliffry mengaku sudah mengambil langkah-langkah baik meminta keterangan enam orang tersangka maupun memeriksa anggota-anggota polisi yang diduga terlibat dalam kasus ini.

“Kita sudah melakukan langkah-langkah pemeriksaan baik enam orang tersangka maupun anggota-anggota kita yang diduga terlibat. Masih dalam tahapan pengembangan berkaitan dengan laporan masyarakat itu,”jelas Kapolres.

Diberitakan sebelumnya,Kasat Reskrim Polres Manggarai,Iptu Aldo Febrianto,terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pihak Propam Polda NTT. Dalam operasi senyap itu, Propam Polda menyita uang Rp 50 juta dari meja kerja Aldo Febrianto.

Aldo Febrianto juga diduga menerima uang dari tersangka penambang pasir Wae Reno. Uang tersebut merupakan jaminan agar para tersangka tidak diproses lebih lanjut.

Selain Aldo,beberapa oknum polisi di Unit Tipidter juga disebut-disebut enam orang tersangka (kini jadi terdakwa) menerima uang jaminan penangguhan penahanan tersebut. Jika ditotalkan, jumlah uang yang diduga diterima polisi senilai Rp 200 juta.

Reporter : Adi Nembok | Editor : PTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here