Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Tanggapi Soal Foto Ritus Penerimaan Adat di Aula Nucalale

oleh
Foto yang viral di media sosial

FLORESPOST.co, Ruteng – Sebuah foto tentang ritus penerimaan adat di Aula Nucalale Kantor Bupati Manggarai,NTT,yang disiarkan laman Facebook Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai menjadi viral di Facebook dan WhattsApp.

Point yang disoroti warganet dalam foto saat menerima kunjungan Sektetaris Dirjen PDTU Kemdes-PDTT RI, Aisyah Gamawati yakni posisi duduk Tua Adat yang melakukan kepok lebih rendah.

Para tetua adat duduk beralaskan tikar, sedangkan para tamu, Bupati dan Wakil Bupati duduk di kursi.

Atas viralnya foto tersebut, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Manggarai bersama seluruh staf sebagai pengelola laman Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai menemui Bupati dan Wakil Bupati Manggarai untuk melaporkan perkembangan laman serta menjawab kebutuhan warganet atas penjelasan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Manggarai.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH MH menjelaskan bahwa posisi duduk seperti itu tidak dimaksudkan untuk meremehkan adat istiadat Manggarai.

Deno mengatakan desain ruangan, serta situasi dan kondisi lainnya menjadi alasan ritus penerimaan adat di Aula Nuca Lale Kantor Bupati Manggarai dilakukan dalam tata posisi demikian.

Dijelaskan juga bahwa Tua Adat yang dilibatkan dalam kegiatan di Nuca Lale itu juga memahami kondisi dimaksud dan melakukan ritus itu sebagaimana biasanya ritus penerimaan tamu “Tuak Curu” dan “Manuk Kapu” dilaksanakan.

“Kita sudah tanya pada mereka (Tua Adat, red) apakah hal tersebut (posisi duduk sebagaimana dalam foto, red) boleh atau dimungkinkan dalam Adat Manggarai. Mereka bilang bisa. Maka itu dilakukan,” jelasnya.

“Kita tidak melaksanakannya atas keputusan sendiri, Tua Adat kita libatkan. Mengapa itu dilakukan di Aula Nuca Lale, kita ingin menunjukkan kepada tamu bahwa orang Manggarai sangat menghargai tamu.”tambah Bupati Deno.

Untuk diketahui, ruangan Aula Nuca Lale didesain mirip seperti Mbaru Gendang, lengkap dengan siri bongkok dan artefak kebudayaan; dimaksudkan untuk memudahkan pemberian penjelasan kepada para tamu tentang rumah adat Manggarai. Ruangan ini selalu dipakai untuk menerima para tamu daerah. Tentang mengapa Pemerintah Kabupaten Manggarai selalu melaksanakan ritus “Tuak Curu” dan “Manuk Kapu” kepada tamu pemerintah, menurut Bupati Manggarai hal tersebut dilakukan selain sebagai bagian dari upaya promosi budaya, dan terutama sebagai bentuk penghargaan pemerintah pada adat istiadat Manggarai.

Menanggapi protes warganet dan publik terkait posisi seperti dalam foto yang dianggap melecehkan, Bupati dan Wakil Bupati Manggarai menyampaikan apresiasinya.

“Saya dan Wakil Bupati sampaikan terima kasih untuk kritikan dan saran karena kecintaan kita bersama akan budaya Manggarai demi perbaikan ke depan.

Bupati Deno juga mengungkapkan, jika harus diperbaiki (posisi seperti di dalam foto dianggap melecehkan adat, red), kita akan perbaiki

Masih dalam kaitannya dengan semangat budaya Manggarai, menurut Bupati Deno,semangat itulah yang mestinya menjadi dasar nilai dalam bertutur dan memilih diksi untuk mengungkapkan pikiran kita tentang apa saja.

“Di titik itulah kita bisa menilai yang berbicara itu orang yang tahu adat atau tidak,” paparnya seraya berharap agar setiap kritik dan saran untuk perbaikan kinerja dapat disampaikan dalam semangat budaya Manggarai; kritis, santun, dan berorientasi pada perbaikan dan kebaikan bersama.

Sementara itu, Wakil Bupati Victor Madur menjelaskan bahwa tidak setiap ritus adat “Tuak Curu” dan “Manuk Kapu” yang melibatkan Bupati dan Wakil Bupati Manggarai atau tamu dilakukan dalam posisi seperti di dalam foto yang menjadi viral itu.

“Kita lihat situasi dan kondisinya. Di Aula Nuca Lale memang akhirnya dilakukan seperti itu karena desain ruangannya. Tua Adat juga menyetujuinya. Di tempat lain, pada acara lain, posisinya lain. Poinnya adalah pada nilai inti acara tetap dalam semangat budaya Manggarai,” tuturnya.  (Adi Nembok/PTT)

 

 

One thought on “Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Tanggapi Soal Foto Ritus Penerimaan Adat di Aula Nucalale

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *