Satu Lagi TKI Asal Matim yang Meninggal di Malaysia

oleh
Suasana pemakaman jenazah Mateus Seman di Mbeling, Foto: Rosis Adir

FLORESPOST.co, Borong– Seorang Tenaga Kerja Indoneaia asal Manggarai Timur dikabarkan meninggal di Malaysia.

Mateus Seman (57), TKI asal Mbeling, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, NTT itu meninggal di tempat kerjanya di Tawau, Sabah, Malaysia, pada 5 Maret 2018.

Jenazah tiba di Manggarai Timur dan telah dikebumikan oleh pihak keluarga di Mbeling, Selasa (13/3/2018) siang.

Isteri Mateus, Theresia mengaku tidak mencurigai terkait penyebab kematian suaminya itu. Karena di Malaysia dia tidak seorang diri.

“Yang jaga dia di Malaysia adalah keluarga, anak dari dia punya kakak, bukan orang lain, jadi tidak ada curiga,” kata istri Mateus Seman, Theresia Diuk  di rumah duka usai acara pemakaman jenazah, Selasa (13/3/2018).

Ia juga mengatakan, Mateus merantau ke Malaysia sejak tahun 2014. Kala itu, kata Theresia, Ia berangkat ke Malaysia bersama anak dari saudaranya.

“Dia berangkat ke Malaysia itu pada tanggal 24 Agustus 2014 bersama anak dari dia punya kakak. Biaya perjalanan ditanggung oleh perusahaan,” katanya.

Theresia mengakui, dirinya tidak tahu perusahan tempat suaminya bekerja.

“Perusahannya, saya tidak tahu,” ujarnya.

Menurut Theresia, ia tidak perna berpikir bahwa Mateus akan meninggal dunia karena selama di Malaysia, suaminya itu tidak perna mengeluh sakit.

“Setelah saya tahu kalau dia meninggal, saya pingsan terus,” ucapnya.

Terpisah, Rafael Odi, keluarga dekat Mateus mengatakan bahwa pihak keluarga sudah ikhlas dengan kepergian Mateus.

“Ya, kita ikhlas dengan kematian almarhum ini,” katanya.

Jenazah Mateus diterbangkan dari Tawau menuju Kuala Lumpur, pada 9 Maret 2018 menggunakan pesawat udara MAS, nomor penerbangan MH 2661.

Dari Kuala Lumpur,  Jenazah Mateus diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat udara Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 819, ETD 20.40 dan  ETA 21.30 tanggal 9 Maret 2018.

Dari Jakarta, Jenazah Mateus diterbangkan ke Kupang menggunakan pesawat udara Garuda nomor penerbangan GA 438, ETD 7.15 dan ETA 12.50, tanggal 10 Maret 2018.

Dari Kupang, Jenazah diterbangkan ke Maumere, menggunakan pesawat udara NAM AIR, nomor penerbangan INN 661 dengan ETD 12.30 dan ETA  13.30, tanggal 11 Maret 2018.

Dari Maumere, jenazah Mateus tibah di rumah duka di Mbeling sekitar pukul 02.00 Wita dini hari Selasa (13/3).

Tibah di rumah duka, peti jenazah tidak dibuka oleh pihak keluarga karena ada larangan dari Malaysia.

“Peti tidak dibuka karena dilarang dari sana, mungkin mereka yang dari Malaysia,” kata isteri Mateus.

Laporan: Rosis Adir

Editor: Tonny

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *