Sejak 2003, Viktor Laiskodat Dirikan Yayasan untuk Olah Lahan Kering di NTT

oleh
Victor Laiskodat dan Josef Andreas Nae Soi usai memberikan kuliah umum di kampus Unipa (Foto : istimewa).

FLORESPOST.co, Kupang – Viktor B Laiskodat, calon gubernur NTT yang berpasangan dengan Josep Nae Soi pada Pilkada NTT Juni mendatang telah mendirikan tiga yayasan sejak 2003.

Melalui tiga yayasan  itu, Viktor Laiskodat  melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Timur Tengah Utara. Proyek-proyek dipersiapkan menjadi percontohan untuk pengembangan ekonomi rakyat di NTT.

“Pak Viktor punya tiga yayasan, yaitu Yayasan Victory, Yayasan Tapenmasu, dan Yayasan Tapenbikomi yang sudah berkiprah sejak 2003 hingga saat ini, yang membantu secara riil berbagai kesulitan masyarakat dari sisi ekonomi. Ada 24 kecamatan di Kabupaten TTU yang sangat terbantu dengan kehadiran tiga yayasan ini,”ujar Gildus Bone, saksi hidup yang saat ini menjalankan ketiga yayasan tersebut, dalam keterangan yang diterima Florespost.co, Rabu (14/3).

Ia menjelaskan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat di TTU, ketiga yayasan ini fokus pada tiga bidang, yaitu Pengolahan Lahan Kering, Peternakan dan Perikanan, dan terakhir Pengairan/Drainase.

“Tujuannya sederhana, yaitu supaya orang TTU bisa makan, bisa sekolahkan anak, dan memenuhi kebutuhan hidup,”ujarnya.

Menurutnya, bantuan-bantuan yang diberikan oleh tiga yaysan ini tidak ada pungutan biaya sama sekali dari masyarakat.

“Pak Viktor selalu menekankan untuk tidak pernah kasih ikan, tapi pancing. Jadi, kami selalu menanamkan pemberdayaan yang berkesinambungan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Di bidang pertanian, yayasan ini membantu masyarakat dalam pengelolaan lahan tidur. Hal itu berangkat dari fakta banyak sekali lahan tidur yang nganggur di TTU.

“Masyarakat punya semangat kerja luar biasa, tetapi semangat itu kandas karena tidak mungkin bisa bajak tanah secara manual. Lalu Pak Viktor mulai menggagas traktornisasi. Menyumbangkan traktor untuk membantu bajak lahan tidur masyarakat supaya bisa diolah,”ujarnya.

Untuk mendapatkan bantuan tersebut, menurut  Gildus, tim  melakukan survey lahan masyarakat.  Lalu, mendatangkan traktor untuk membajak lahan. Setelah itu, masyarakat didampingi mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, pembibitan, penanaman, panen, dan penjualan. “Pendampingan dilakukan supaya gerakan traktornisasi ini  bermanfaat, tidak sia-sia,”ujarnya.

Menurutnya, sudah ada ribuan hektar lahan tidur yang dibantu pengolahannya oleh yayasan milik Viktor Laiskodat ini. “Bayangkan mulai dari 2003 sampai sekarang, dilakukan setiap hari. Ini pekerjaan kami sehari-hari, bajak lahan dan memberikan pendampingan,”ujarnya.

Ia menjelaskan aneka tanaman kemudian ditanam pada lahan tersebut setelah diolah dengan traktor, antara lain jagung, kacang hijau, kacang tanah, tanaman holtikultura. “Bayangkan, petani di sini bisa panen 3 – 4 kali dalam setahun,”ujarnya.

Menurut Gildus pola kerja seperti yang dilakuan tiga yayasan ini layak untuk diteruskan dan direplikasi di daerah lain di NTT bila kelak pasangan Viktor Laiskodat dan Yosep Nae Soi terpilih pada pilkada Juni nanti.

“Kondisi yang terjadi di TTU, saya rasa umumnya juga yang terjadi di hampir semua wilayah di NTT. Apa yang sudah dilakukan Pak Viktor selama bertahun-tahun di TTU sangat bisa dilakukan juga untuk daerah-daerah lain di NTT.  Ini proyek percontohan yang baik untuk pengembangan lahan tidur NTT menjadi lahan produktif,”ujarnya. (PTT/PTT)

2 thoughts on “Sejak 2003, Viktor Laiskodat Dirikan Yayasan untuk Olah Lahan Kering di NTT

  1. Waooo,begitu hebatnya bapak kita,lewat kesempatan ini sya pribadi berterima kasih pada bapak yg tdk hanya untuk orang di sekitar kota yg merasakan kebaikannya,kami kel besar panti asuhan sinar harapan 240 juga rlh mendapat santunan dari bapa dan ibu ,smg Tuhan membalas amal bapak ibu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *