Beranda Headline Cerpen: Adios

Cerpen: Adios

45
0

Gomez mondar-mandir di ruang tamu seperti sedang memikirkan sesuatu. Tak lama kemudian ia berkata, “Baiklah. Kalau begitu aku mau ikut.”

Papa mau ikut? Bagaimana dengan pekerjaanmu?”

“Tenang saja. Aku akan limpahkan semua urusan bisnis pada Romano Diaz, wakil direktur perusahaan kita yang baru.”

Keesokan harinya mereka terbang ke Yogyakarta. Mbok Tum dan Pak Marjo juga ikut. Kedatangan mereka disambut meriah. Diana dan Theo melompat kegirangan. Kegembiraan yang tergambar di wajah mereka sulit disembunyikan.

Tak terasa tiga minggu sudah Gomez berada di samping istrinya dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Karena begitu betah tinggal bersama mereka, ia memutuskan untuk tidak kembali lagi ke Dili sampai musim panas tiba.

Oliviera mendapati suaminya sedang menelepon. “Halo, Esperanza,” sapanya riang. “Sayang, aku mau beritahu satu hal. Sekarang aku di Yogyakarta.”

Tiba-tiba Oliviera muncul dari balik pintu perapian dan menjawab dengan suara melengking, “Halo sayang, oh begini rupanya.”

Gomez terlihat salah tingkah dan berusaha menyembunyikan telepon genggamnya. Tapi Oliviera serta-merta menyambarnya dari belakang dan membuangnya ke perapian. Kemudian ia menggerutu, “Adios2 Esperanza. Selamat tinggal Esperanza. Aku harus menyelamatkan keluargaku. Sesuatu yang seharusnya sudah lama kulakukan. Ya, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.”

Gomez hanya diam membisu seperti patung lilin. Sejak kejadian itu ia memulai kehidupan baru dan menikmati perannya sebagai suami dan ayah yang baik. Istrinya yang cantik dan anak-anaknya yang manis, lucu dan cerdas telah membuka mata hatinya dari ketololan yang memalukan akhir-akhir ini. Ia sungguh berbahagia hidup bersama mereka yang begitu baik hati dan penuh perhatian. ***

Catatan: [1] Hubungan asmara (bahasa Prancis); 2 Selamat tinggal (bahasa Spanyol).

Anselmus Sudirman (Foto: DOK. Pribadi)

*)Penulis berasal dari Tangkul, Manggarai Timur, Flores, NTT, Dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta dan penulis buku ‘Curiosity on Paragraph Writing’ (2016). Sejumlah cerpennya pernah dimuat di majalah ‘Mingguan Hidup Umat Beriman’. 

**)Mohon maaf apabila ada kesamaan kisah, tempat dan nama. Cerita ini hanyalah hasil imajinasi penulis semata. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here