Beranda Feature Kisah Maria Magdalena, Penderita Kanker Payudara di Manggarai Timur

Kisah Maria Magdalena, Penderita Kanker Payudara di Manggarai Timur

1423
0
Maria Magdalena Leni (46), penderita kanker payudara di Manggarai Timur (Foto: Rosis Adir/Florespsot)

FLORESPOST.co, Borong – Maria Magdalena Leni (46), tampak lesu saat ditemui di Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, NTT, Selasa (27/3/2018) siang.

Tatapannya tampak kosong, mungkin karena sedang memikirkan beban hidup akibat penyakit  yang dideritanya.

Perempuan asal kampung Pejek, Desa Golo Nderu, Kecamatan Kota Komba menderita penyakit kanker payudara.

Tampak payudara bagian kanannya sudah tak lagi terlihat. Hanya tersisah luka berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 5 cm, di dada kanannya itu.

Sedangkan pada payudara bagian kiri, tampak ada benjolan-benjolan kecil.

Maria tidak bisa mengenakan baju. Hanya selembar kain, menutupi badan bagian bawahnya.

Istri dari Alexander San (47) itu mengaku mulai mengidap penyakit ganas tersebut, sejak 2015 lalu.

Awalnya, kenang Maria, muncul benjolan sebesar biji jagung pada payudara bagian kanannya itu.

“Rasanya panas dan gatal-gatal,” katanya.

Ibu dari tiga orang anak itu, menceritakan, lama kelamaan benjolan itu berubah mejadi luka yang terus mengikis isi payudaranya tersebut.

“Ketika lukanya mulai membesar, saya tidak bisa tidur nyenyak, sakit sekali rasanya,” ujarnya lirih.

Menurut Maria, beberapa hari lalu, dirinya dan sang suami memutuskan untuk ke Borong, ibu kota Manggarai Timur, karena selama perawatan di kampung, tidak ada tanda-tanda kesembuhan dari penyakit yang menyiksa fisik dan batinnya itu.

“Padahal saya selalu konsumsi obat yang didapat dari Puskesmas dan obat-obat tradisional dari dukun,” ceritanya.

Maria juga mengaku, saat awal  mengidap penyakit tersebut, dirinya pernah diperiksa oleh salah seorang dokter penyakit dalam di Ruteng, Manggarai .

“Waktu itu, kata dokter, tidak ada penyakit,” tuturnya.

Sejak saat itu, lanjut Maria, dirinya tidak lagi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Mungkin karena ia kecewa dengan hasil diagnosa sang dokter penyakit dalam itu.

Saat ini, Maria menginginkan agar dirinya cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya itu. Namun, apalah daya, Maria dan suaminya tidak punya banyak harta untuk membiayai proses penyembuhan penyakitnya itu.

“Harapan saya hanya satu, yaitu saya cepat sembuh. Semoga ada orang yang berbaik hati untuk membantu kami,” ungkapnya memelas.

Di Kembur, Borong, Maria bersama suaminya menginap di rumah milik anak dari kakaknya Maria.

Kabar tentang penyakit yang diderita Maria diketahui Florespost.co, ketika istri dari anak kakanya itu mem-posting foto kondisi payudara Maria di media sosial facebook, pada Senin (26/3/2018).

Saat Florespost.co tibah di rumah tempat Maria menginap, dua orang ibu muda juga ada di sana.

Kehadiran mereka untuk membantu menyembuhkan penyakit yang diderita Maria, melalui produk herbal HWI.

“Kami juga tau kabar penyakit yang diderita mama ini, dari facebook,” kata ibu Mensi, distributor produk HWI untuk wilayah Manggarai Timur, saat bercerita dengan Florespost.co di rumah tempat Maria dirawat.

Menurutnya, sebagai makhluk sosial, ia dan rekannya merasa terpanggil untuk membantu Maria agar keluar dari penderitaan akibat penyakit kanker payudara tersebut.

“Dari kemarin, kami datang memberi obat untuk mama Maria. Satu hari, biasanya dua kali kami tabur obat herbal HWI pada lukanya itu. Sebelum ditaburi obat, kami cuci dulu lukanya,” ceritanya.

Menurut Mensi, setelah ditaburi produk HWI pada luka di dada Maria, sudah ada sedikit perubahan.

“Tadi malam, mama Maria sudah bisa tidur nyenyak. Terus lukanya sudah mulai mengering,” ujarnya.

Ia menargetkan, kurang lebih selama sebulan kedepan penyakit Maria bisa disembuhkan, jika rutin menggunakan produk herbal HWI.

“Selain pengobatan, yang paling penting juga kita sama-sama berdoa agar mama ini sembuh,” ajaknya.

Suami dari Maria, Aleksander San tak banyak bercerita. Ia hanya mengaku bahwa, selama ini sudah begitu banyak biaya yang dikeluarkan untuk perawatan istri tercintanya itu.

“Sudah banyak biaya selama tiga tahun ini pak,” ungkapnya.

Dirinya hanya berharap agar ada orang yang bisa mengulurkan tangan untuk membantu keluarganya agar bisa membiayai pengobatan Maria hingga sembuh.

“Harapannya, semoga ada orang yang bisa bantu untuk biaya pengobatan istri saya ini,” pintahnya dengan mata berkaca-kaca. (Rosis Adir/PTT)

Catatan: Jika ada yang ingin membantu proses penyembuhan ibu Maria Magdalena Leni, baik bantuan moril maupun bantuan Material, hubungi +6282343268164.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here