Beranda Headline Esthon Sependapat dengan VBL Terkait Cara Meningkatkan Pendapatan Petani

Esthon Sependapat dengan VBL Terkait Cara Meningkatkan Pendapatan Petani

22
1
Esthon-Christ pose bersama saat acara deklarasi Tim Relawan dan Tim Kerja Kabupaten Manggarai (Foto: Adi Nembok/Florespost.co).

FLORESPOST.co, Jakarta – Menjawabi pertanyaan moderator Tina Talisa pada debat terbuka paslon gubernur dan wagub NTT tentang cara meningkatkan pendapatan petani NTT yang berusaha di atas lahan kering, Esthon mengatakan, lahan-lahan di NTT yang produktif belum semuanya dimaksimalkan.

“Oleh karena itu, perlu intervensi pemerintah. Ada beberapa kabupaten yang sudah memulai revolusi pertanian. Revolusi ini memberikan berbagai fasilitas untuk memanfaatkan tanah-tanah yang produktif tapi belum dimanfaatkan secara maksimal,” kata Esthon di MNC Studio, Kebun Jeruk, Jakarta, Kamis (5/4/2018) malam.

Lebih lanjut calon gubernur dari paket Esthon-Chris itu mengatakan, jika terpilih, dirinya dan Christian Rotok akan memberikan subsidi  untuk petani dengan sistem bagi hasil.

Untuk mewujudkan itu, kata dia, perlu kerja sama secara sinergis antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sampai ke desa.

“Sehingga perlu diidentifikasi lahan-lahan yang ada untuk ditingkatkan dari lahan tidur menjadi lahan yang produktif dan bisa dilaksanakan untuk memberi nilai tambah terhadap pendapatan asli rakyat,” katanya.

Menanggapi jawaban  Esthon, calon gubernur nomor empat, Victor Laiskodat mengatakan mestinya pemerintah  menyiapkan tanah, mengolah tanah, menyiapkan benih dan menanam untuk kepentingan rakyat.

“Lahan tidak perna tidur, yang tidur itu orangnya,” ujar Victor disambung tepuk tangan pendukungnya.

Oleh karena itu, kata Laiskodat,  pemimpin NTT ke depannya harus memiliki modal yang mampu membawa rakyat melihat masa depan yang baik.

Setelah Laiskodat mengomentari jawaban paket Esthon-Chris tersebut, moderator Tina Talisa kembali memberikan kesempatan kepada paket nomor 1 itu untuk menanggapi komentar Laiskodat dan beberapa Paslon lainnya.

“Sependapat dengan komentar Paslon nomor empat,” kata Esthon. (Rosis Adir/PTT)

 

1 KOMENTAR

  1. Meningkatkan penghasilan petani tidak mungkin dilaksanakan jika luas lahan hanya 1/4 hektar per KK. Masalah peningkatan pengasilan petani di NTT cukup kompleks sehingga pemerintah harus dengan seksama dan bijak menanganinya masalah masalah antara lain :
    1. Akibat pertambahan penduduk makin lama luas lahan makin kecil. Sebaiknya ditata ulang lahan sehingga luas lahan paling sedikit 1 ha per kk jika ingin meningkatkan pengasilan petani.
    2. Masalah yang tidak kalah pentingnya jam lerja produktif petani harus ditingkatkan menjadi 8 jam yang saat ini hanya 4 s/d 5 jam per hari kerena jarak tempuh dari rumah ke kebun membutukan waktu 1 s.d 2 jam > pp 4 jam. Untuk mengatasi ini perlu direlokasi pemukiman petani disekitar lahan perkebunan,
    3. Lahan perkebunan perani di NTT sebahagian besar lahan kering yang tdk dijangkau irigasi sehingga sangat tergantung musim hujan yang dalam 1 thn 3 bln untuk menanan padi, jagung, ubi ubian kacang kacangan dll. Jadi dlm 1 thn hanya 3 bulan berproduksi. 9 bulam praktis tdk menghasilkan apa apa “produktifitas rendah”. Solusinya dilahan kering yang tdk bersahabat dengan aliran sungai menanam tanaman yang tdk membutuhkan banyak air seperti pisang dan sorgum sebagai ekonomi alternatif dengan cacatan pemkab mentataniagakan hasil petani agar mendapatkan harga yang memadai.
    4, Infrastruktur harus menjangkau sampai ke desa desa guna penghematan biata transortasi.
    5. Harga pupuk disupsidi pemkab agar petani dapat membelinya dengan harga murah,
    6.Petani dilatih mengolah hasil pertanian agar tahan lama dan mendapatkan harga yang baik.
    9. Irigasi lebih dipernanyak untuk mengairi lahan pertanian tang kering.
    10. Mendidik generasi untuk mencintai pertanian karena generasi muda sekarang lebih suka ke kota untuk menjadi buruh, sehingga petani di desa desa saat ini orang orang tua usia 60 thn keatas, bagaimana mungkin bisa meningkatkan penghasilah dengan tenaga yang terbatas?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here