Ketika Guru Meneteskan Air Mata di Depan DPRD Manggarai Timur

oleh
Sejumlah guru beraudiensi dengan DPRD Manggarai Timur, Senin 9 April 2018. (Foto: Ist)

FLORESPOST.co, Borong – Sebanyak 27 guru mengadu ke DPRD  Manggarai Timur, Senin (9/4) lalu. Mereka adalah korban pemecatan dan pengalihan status dari THL ke Bosda yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur.

Di hadapan ketua DPRD Licius Modo dan  sejumlah anggota DPRD Komisi C, ada diantara para guru itu yang meneteskan air mata.

“Kami punya keraguan, tapi bukan fakta ya, yang 109 orang ini saya ragu sudah lenyap dan beberapa orang lainnya di ganti oleh orang lain” ungkap Lucius Modo.

Anggota komisi C Ustad Jemain Usman sangat menyayangkan ada pemecatan dan pengliahan ini.

“Saya sangat menyayangkan ketika ada kandidat yang maju dalam pilkada ini menjanjikan sekolah geratis, gaji gurunya saja tidak jelas” kata Ustad Jemain .

Setelah penjelasan dari anggota DPRD itu, seorang guru di salah satu SD di kota Borong berinisial IP menyampaikan isi hatinya sambil menangis di depan para anggota dewan terhormat itu.

“Kami merasa sakit hati dengan keputusan ibu kadis ini pak, kami dibawah kemana ketika kami keluar dari THL kerja kami ini memanusikan manusia pa” ungkap IR sambil meneteskan air mata. (Acong Harson/PTT)

One thought on “Ketika Guru Meneteskan Air Mata di Depan DPRD Manggarai Timur

  1. Bukannya menjanjikan sekolah gratis, sekalian dengan menaikkan gaji guru kok di sayangkan?
    Dalam hal ini kan kinerja dari periode paket yoga yg kurang baik, Paslon tersebut hanya ingin membantu para guru dan siswa.
    Sangat disayangkan anggota DPRD Matin mengaitkan dengan politik, toh jelas-jelas hal tersebut merupakan kebijakan yg dikeluarkan oleh pemerintah saat ini, jadi jangan kaitkan dengan politik.
    Lagipula mereka menjanjikan kenaikan gaji guru, menurut sya itu hal yg cukup baik bagi para guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *