Mengadu ke DPRD, Guru THL Mengaku Dipecat Kadis PK Manggarai Timur

oleh
Kristoforus Djarot, Foto: Istimewa

FLORESPOST.co, Borong – Kepala dinas pendindikan dan kebudayaan (PK) Manggarai Timur, Frederika Sock, mengancam akan memecat sejumlah guru THL yang mengadu ke DPRD terkait masalah pemotongan gaji para guru THL tersebut.

Sebelumnya, pada 2017, guru THL diberi gaji Rp 1.250.000 per bulan. Namun, baru-baru ini, kadis Frederika Soch memutuskan untuk memotong Rp 550.000 dari gaji para guru itu.

Keputusan kadis PK Manggarai Timur itu memicuh protes dari guru-guru THL, sehingga pada Senin (9/4/2018) sejumlah guru THL pun mendatangi kantor DPRD untuk membuat pengaduan atas keputusan kadis PK itu.

“Karena kami mengadu ke DPRD, kadis ancam mau pecat kami yang ke kantor DPRD itu. Dia sampaikan ancaman itu melalui kepala sekolah,” kata Kristoforus Djarot, salah seorang guru THL di SMP Negeri 10 Kota Komba, kepada Florespost.co, Minggu (15/4/2018).

Bahkan, lanjut Djarot, menurut penyampaian kepala sekolah tempat ia mengajar, saat ini, dirinya sudah dipecat oleh dinas PK Manggarai Timur.

“Kepsek (kepala sekolah) kemarin ke dinas (PK) karena dipanggil dari dinas. Di sana kadis mengarahkan kepsek untuk pecat saya.Tapi surat pemecatannya belum saya terima,” tuturnya.

Untuk diketahui, SK pengangkatan guru THL di Manggarai Timur dikeluarkan oleh kepala dinas PK, bukan kepala sekolah.

Florespost.co sudah berupaya mengonfirmasi kadis PK Manggarai Timur terkait informasi pengancaman pemecatan guru THL itu melalui pesan WhatsApp.

Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum ada balasan dari kadis Frederika. (Rosis Adir/PTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *