Lakukan Transfer Ilegal 1,2 M, Teller Bank BRI Unit Hinga Dibekuk Polisi

oleh

FLORESPOST.CO, Larantuka- Nasib nahas menimpa seorang  karyawan Bank BRI Cabang Larantuka, yang sehari-hari bekerja sebagai teller di Bank BRI Unit Hinga, kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur (Flotim), NTT.

Teller berinisal SPI tersebut nekat melakukan transfer uang secara Ilegal  sebanyak 1, 2 Miliar lebih. Atas tindakannya itu,  kini Ia harus rela mendekam di tahanan.

Hal tersebut diutarakan oleh Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviryanto ketika dihubungi Florespost.co Rabu (18/4/2018). Menurut Arri, aparat berhasil membekuk pelaku usai  mendapatkan laporan dari manajemen BRI Cabang Larantuka.

Kapolres menjelaskan, SPI diduga melakukan transaksi gelapnya itu dari tabungan persekot BRI sebesar Rp 1.250.000.000,-, dan pelaku sendiri mengakui perbuatannya.

Menurut Kapolres Arri, kejadian tersebut bermula ketika tanggal 26 Februari 2018, pelaku mengirim persekot dari persekot induk ke perskot mantri sebanyak 3 nomor rekening perskot mantri.

Persekot yang biasa dipakai kata Arri,  hanya 1 Persekot saja yang paswordnya diketahui pelaku dari mantri dan atas persetujuan kepala Unit.

“Namun ada 2 rekening dan ATM persekot yang tidak biasa dipakai yang disimpan di samping rak sebelah teller. Pelaku mengambilnya dan iseng-iseng membuka dengan pasword masukkan angka 1 sampai 6 ternyata rekening dan ATM perskot tersbut bisa dibuka,” jelas Arri.

Dikatakannya lagi, pada  tanggal 26 Februari  sampai 9 Maret 2018, pelaku mentransfer uang dari rekening perskot induk ke rekening perskot mantri sebanyak 3 buah dengan total uang sebanyak Rp. 1.250.000.000,-

Setelah pelaku mentranfer ke rekening perskot mantri lanjutnya, pelaku mentranfer uang tersebut ke nomor rekening atas nama Tumini, Moasusul Koiriyah, Sandy Irwansyah, Muhamad Rustam dan Muhammad Rizal,
dengan maksud dikirim ke rekening atas nama Tumini untuk mengharapkan uang gaib.

“Yang mana uang yang dikirim akan mendapat uang kembalian sebesar 2 kali lipat, sedangkan pelaku mengirim ke nomor rekening lainnya adalah untuk membeli smart card,” tambahnya.

Kelebihan dari smart card tersebut kata Arri, adalah penarikan uang tunai di ATM 1 ( satu ) tanpa saldo perhari 10 juta, dan uang yang dikirimkan akan dikembalikan lagi.

“Iming-iming untuk mendapatkan uang gaib atau janji tersebut tidak terelokasi, Pelaku mengambil uang persekot tersebut karena  sudah mengetahui paswordnya, yang mana itu bukan tugas dan wewenang dari pelaku,” kata Arri.

Menurut Arri, rencananya pelaku akan dijerat dengan Pasal 49 ayat (1) huruf a, b, c UU Perbankan jo. Psl 374 KUHP.

Pelaku diancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Polisi akan menyelidiki apakah ada keterlibatan orang lainnya di BRI Unit Hinga.

Reporter: Stanis

Editor: Tonny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *