PMKRI dan GMKI Cabang Denpasar Mengutuk Aksi Bom Bunuh Diri di Surabaya

oleh
Pengurus PMKRI dan GMKI Cabang Denpasar. (Foto: Istimewa)

FLORESPOST.co, Bali – Menanggapi aksi terorisme berupa bom bunuh diri pada beberapa rumah ibadah umat Katolik dan Kristen di Surabaya, Minggu 13 Mei 2018, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar Sanctus Paulus dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Denpasar mengutuk tindakan tersebut.

Ketua PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus Periode 2017 – 2018, Efraim Mbomba Reda menyampaikan agar negara mestinya lebih antisipatif dalam menanggapi persoalan terorisme.

Lebih dari itu, Efraim juga menyampaikan agar selalu ada tindakan preventif yang dilakukan oleh negara dalam menangkal aksi terorisme.

“Negara harus lebih antisipatif. Harus selalu ada langkah preventif yang dilakukan oleh negara dalam menanggapi setiap aksi terorisme,” ungkap mahasiswa Universitas Warmadewa tersebut.

Baca juga: Mahasiswa Asal Flores Mengalami Luka Akibat Bom Surabaya

Efraim juga menambahkan bahwa tidak ada motif permusuhan antar umat beragama dalam kejadian ini. Ini murni tindakan biadab yang dilakukan oleh teroris untuk memecah belah kebhinekaan Indonesia.

Melalui Sekretaris Fungsi Organisasi GMKI Cabang Denpasar, Frans Frengky Umbu mewakili seluruh civitas GMKI Cabang Denpasar mengutuk tindakan pemboman yang dilakukan oleh oknum teroris di Surabaya.

“Ini merupakan tindakan biadab yang dilakukan oleh oknum teroris. GMKI Cabang Denpasar mengutuk tindakan tersebut,” tegas Frengky, mahasiswa Universitas Warmadewa.

Frengky juga mengajak masyarakat, khususnya di Bali agar tidak terprovokasi dan terpengaruh dengan isu-isu yang beredar di masyarakat maupun di media sosial. Juga meminta kepada pihak kepolisian agar menjamin keamanan semua umat beragama dalam menjalankan ibadah.

Baca juga: Wakil Bupati Flotim Kecam Aksi Terorisme di Surabaya

Lebih lanjut Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Denpasar, Aristo Muliady Waku mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas tindakan pemboman di Surabaya dan mendesak BIN untuk lebih sigap dalam menangkal gerakan teroris di Indonesia.

“Kapolri harus mengusut tuntas persoalan pemboman di rumah ibadah tersebut dan BIN juga harus lebih sigap,” tandas Aristo.

Editor: Fransiskus Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *