GMNI Samarinda Kecam Aksi Bom di Surabaya Jawa Timur

oleh
Pengamanan di Mapolres Manggarai, NTT. (Foto: Dok. Kepolisian)

Florespost.co, Samarinda-Aksi bom bunuh diri yang terjadi dalam sepekan terakhir rupanya menuai perhatian publik dalam negeri maupun publik internasional. Insiden ledakan di tiga gereja di kota Surabaya Jawa Timur itu ramai diberitakan oleh Pers internasional dan dalam negeri.

Aksi tersebut juga mendapatkan kecaman dari beberapa kepala negara sahabat. Mirisnya lagi para pelaku bom bunuh diri merupakan pelaku yang berasal dari satu keluarga, baik pelaku bom di tiga gereja, di rumah susun dan di Mapoltabes Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Samarinda mengecam pelaku bom bunuh diri yang telah menewaskan belasan orang itu.

Dalam rilis resmi yang diterima Florespost.co Selasa pagi, GMNI cabang Samarinda Kalimantan Timur menyampaikan beberapa tuntuntan yang pada intinya mengecam keras terkait aksi teror yang dilakukan oleh kelompok teroris yang tidak berprikemanusian dan bertanggungjawab di kota Surabaya Jawa Timur.

“Karenanya kami menuntut aparat penegak hukum di negeri ini untuk menangkap dan mengadili pelaku tindakan teror beserta dengan jaringan dan kelompok yang bertanggungjawab atas teror,”demikian kutipan pernyataan sikap GMNI Samarinda Selasa (16/5/2018) pagi.

Selain itu GMNI Samarinda juga mendesak pemerintah agar mempercepat proses revisi undang-undang tentang tindak pidana terorisme di negeri ini.

“Pertegas dan revisi undang-undang yang mengatur tentang pemberantasan tindak pidana terorisme,”tegas mereka.

GMNI Samarinda juga Mengajak masyarakat Indonesia agar mengampanyekan nilai-nilai kemanusian dan berpartisipasi dalam menjaga keamanan negara kesatuan republik Indonesia.

Reporter: Fandi
Editor: Tonny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *