Beranda Ekobis Merasa Ditelantarkan Trans Nusa di Bandara Frans Sales Lega, Puluhan Penumpang Kecewa

Merasa Ditelantarkan Trans Nusa di Bandara Frans Sales Lega, Puluhan Penumpang Kecewa

212
1
Bandar Udara Frans Sales Lega Ruteng. (Foto: YY/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng Sebanyak 42 orang penumpang pesawat Trans Nusa tujuan Ruteng-Kupang terlantar di Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Manggarai, NTT, Rabu, (23/5).

Pesawat jenis ATR 42-500 yang akan menerbangkan mereka menuju Kupang tidak datang lantaran mengalami gangguan teknis.

Puluhan penumpang mengaku kecewa. “Kita kecewa karena pihak Trans Nusa tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 77 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara,” kata Osy Gandut, salah seorang penumpang.

“Bahkan dari tadi pagi, kami tak diberi minuman segelas pun. Tempat duduk pun tak disediakan bagi kami. Keberadaan kami sama sekali  tidak dihargai,” ujar Dody penumpang lainnya.

Beberapa penumpang terpaksa melakukan penerbangan melalui Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Sebagiannya lagi harus melewati Bandara Turelelo, So’a, Kabupaten Ngada.

“Itu pun perjalanan ke sana, kami tanggung sendiri dan butuh waktu yang lama,” ujar Osi Gandut.

Selain itu, pihak Trans Nusa tidak menjelaskan apakah selisih harga tiket Ruteng – Kupang yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan harga tiket So’a-Kupang akan dikembalikan.

“Jadi harga tiket, masih sama. Padahal harga tiket lewat So’a itu jauh lebih murah dari harga tiket Ruteng – Kupang,” lanjut Osi  yang juga Wakil Ketua DPRD Manggarai.

Lebih lanjut Osy Gandut sampaikan pemerintah daerah harus mengevaluasi kembali terkait keberadaan Trans Nusa yang memonopoli penerbangan Ruteng – Kupang ini.

Perwakilan TransNusa Cabang Ruteng, Joja dan Silva Sarmento mengatakan penerbangan Ruteng – Kupang dibatalkan karena pesawat mengalami kerusakan.

“Kebetulan baru tadi pagi ada info. Pesawatnya kita ada trouble. Sehingga hari ini cancel flight,” ujar Joja ketika ditemui Florespost.co di Ruteng.

Joja enggan berkomentpar terkait hak-hak penumpang. Menurutnya, ia tak berwenang untuk menjelaskan hal tersebut.

“Untuk penjelasan lebih lanjut sebenarnya saya tidak punya wewenang. Karena yang punya wewenang di sini itu orang dari Kupang sendiri. Trans Nusa sendiri yang dari Kupang yang punya wewenang untuk menjelaskan ini,” jelasnya.

Reporter: YY | Editor: AN

1 KOMENTAR

  1. Persoalan seperti ini sdh sangat sering terjadi, Pemprov NTT dan Pemda Manggarai harus mengevaluasi kembali kebijakanya. Mungkin perlu di buka satu maskapai lagi utk meminimalisir monopoli dan mengatasi peningkatan jumlah penumpang yg semakin meningkat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here