Beranda Florata News Klinik Renceng Mose Gencar Laksanakan Program Manggarai Bebas Pasung

Klinik Renceng Mose Gencar Laksanakan Program Manggarai Bebas Pasung

77
2
dr. M. Ronald Susilo saat bertemu Levianus Kalvi di kediamannya sebelum diantar ke Klinik Gangguan Jiwa Renceng Mose. (Foto: Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng Klinik Gangguan Jiwa Renceng Mose, Kelurahan Golo Dukal, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, kini gencar melaksanakan program Manggarai Bebas Pasung.

Program ini didasari sebuah pemikiran bahwa masih banyak orang yang tidak mengerti tentang gangguan jiwa.

“Keluarga tidak bisa disalahkan, orang yang sakit tidak bisa disalahkan. Karena mereka dipasung bukan keinginan mereka dan  keluarga juga tidak punya pilihan lain selain di pasung,” kata Direktur Medis Klinik Gangguan Jiwa Renceng Mose dr. M. Ronald Susilo, Rabu (30/5/2018) di Klinik Renceng Mose.

Menurut dr. Ronald, program melepas pasung bukan hanya sekedar melepas dan tidak ditindaklanjuti, namun program ini dibarengi dengan sosialisasi dan edukasi bahwa penderita gangguan jiwa bisa disembuhkan.

“Kalau kita tidak sosialisasi dan mengedukasi, maka setiap penderita gangguan jiwa dipasung, tanpa mencari altrernatif pengobatan lain. Karena itulah, sosialisai dan edukasi sangat penting agar masyarakat paham kalau gangguan jiwa bisa disembuhkan,” jelas dr. Ronald.

Sebelumnya, Rabu (30/5/2018) pagi, dr. Ronald melepas pasung Levianus Kalvi (42), warga Kampung Lao Lana, Kelurahan Wali. Setelah delapan kali melakukan pendekatan dengan keluarga, akhirnya keluarga mengijinkan untuk merawat Levi di klinik Renceng Mose.

“Kami merawat penderita gangguan jiwa tentu atas persetujuan keluarga. Seperti Levi, setelah delapan kali dikunjungi akhirnya keluarga bersedia merawat Levi di Renceng Mose,” ujar dr. Ronald.

Soal biaya pengobatan Levi, menurut dr. Ronald, setelah berbicara dengan pengelola klinik maka biaya pengobatan dan makan minum akan ditanggung pihak klinik yang dibantu Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

Titus Jelau, kakak ipar Levi, kepada wartawan mengatakan, kurang lebih 18 tahun Levi dikurung keluarga di sebuah kamar khusus. Dia dikurung karena pernah membahayakan nyawa kakak kandungnya.

Menurut Titus, Levi mengalami gangguan jiwa sejak umur 19 tahun dan gangguan jiwa tersebut dialami setelah kerja proyek di Terang Kabupaten Manggarai Barat.

Arnol Angguk, ayah kandung Levi mengaku sangat berterima kasih dengan bantuan yang diberikan dr.Ronal dan pemerintah.

“Saya ucapkan terima kasih atas perhatian dokter maupun pemerintah,” ucap Arnol.

Dokter Ronal menambahkan, program Manggarai Bebas Pasung akan terus berlanjut. Dan rencananya dalam beberapa hari ke depan pihaknya akan membuka pasung salah satu penderita gangguan jiwa di Wangkung, Kecamatan Ruteng.

“Masih ada delapan penderita gangguan jiwa di Manggarai yang rencananya akan kami buka pasungnya,” katanya.

Reporter: Adi Nembok

Editor: Fransiskus Ramli

2 KOMENTAR

  1. *langkah yang sangat bagus untuk mengurangi penderita gangguan jiwa yang di pasung. Mudah mudahan semua warga masyarakat bisa mendukung program yg dilaksanakan klinik renceng mode.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here