Menyesal Ikut Aksi Demo, Sejumlah Guru THL di Manggarai Timur Meminta Maaf

oleh
Foto: Ilustrasi (Sumber foto: terimakasih0/pixabay.com)

FLORESPOST.co, Borong Prudensia Nanggu mengaku menyesal telah mengikuti ajakan teman-temannya untuk berdemonstrasi bersama para tenaga guru lainnya yang tergabung dalam forum guru THL Kabupaten Manggarai Timur beberapa waktu lalu.

Guru yang mengabdi di SDI Peot itu mengaku bahwa aksi demonstrasi yang telah mereka lakukan beberapa waktu lalu merupakan waujud solidaritas bersama-sama tenaga pendidik lainnya kala itu.

“Kami tidak tau apa-apa pak, tetapi waktu itu beberapa guru THL mengajak kami untuk mengikuti aksi tersebut,” Prudensia, Kamis, (7/6/2018).

Baca juga: Ketika Guru Meneteskan Air Mata di Depan DPRD Manggarai Timur

Prudensia menjelaskan, atas dasar itu dirinya terpaksa mengikuti aksi tersbut dengan beberapa teman THL lainnya, walaupun sebenarnya dirinya tidak memiliki niat untuk mengikuti ajakan teman teman guru lainnya saat itu.

“Nanti kalau kami tidak ikut  kami dianggap tidak setia kawan, terpaksa kami ikut walaupun dalam keadaan terpaksa,” jelasnya

Prudensia  mengaku dirinya sangat menyesal karna telah mengikuti aksi tersebut.

“Saya akan segera menemui Kadis PK Matim untuk minta maaf, mungkin aksi tersebut telah menyakiti hati ibu kadis PK,” ujar Prudensia.

Selain itu, kata dia, dirinya juga menyampaikan permohonan maafnya kepada Bupati Manggarai Timur karena aksi para guru yang telah mengeluarkan kata-kata kasar pada Bupati Manggarai Timur yang selama ini telah banyak memperjuangkan nasib para guru di Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Pemkab Matim Alokasikan Rp 70,7 Miliar untuk Gaji THL

Selain Prudensia Nanggu, Lazarus Tugas juga turut menyesal karena telah mengikuti aksi demonstrasi yang sama beberapa waktu lalu.

Lazarus Tugas, seorang guru Tenaga Harian Lepas (THL) yang bertugas di SMPN V Kecamatan Lamba Leda juga telah menemui Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur (PK Matim).

Selain untuk meminta maaf, kedatangan Lazarus juga sekaligus ingin mengklarifikasi soal dirinya yang telah terlibat dalam aksi demonstrasi damai yang mengatasnamakan para guru pada 09 April lalu di Kantor DPRD Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Komisi C DPRD Manggarai Timur Tolak Pengalihan Guru THL

“Sebenarnya saya tidak tau apa-apa soal aksi itu, saya tiba tiba ditunjuk untuk menjadi koordinator aksi tersebut. Sebetulnya saya belum mengetahui pokok persoalan yang menjadi dasar tuntutan,” jelas Lasarus saat ditemui media ini di Kantor Dinas PK Matim, Rabu, (15/5/2018) lalu.

Menurutnya, dirinya diminta untuk membaca sejumlah poin-poin tuntutan aksi tersebut.

“Saya hanya membacakannya, walaupun saya tidak mengetahui arti dari tiap tuntutan tersebut, karena saya tidak terlibat dalam proses penyusunan poin-poin tuntutan tersebut,” jelasnya.

Reporter: Mulia Donan

Editor: Fransiskus Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *