Puisi: Untukmu Yang Tega Melukai

oleh
Ilustrasi: Sendiri, Sedih (Foto:Darksouls1)

Puisi-Puisi Mita Barung*

 

Untukmu Yang Tega Melukai

Untukmu yang pernah bersusah menawarkan rindu pada hati yang beku,

Yang pernah memberi cinta pada jiwa yang pernah merasa hampa.

Untukmu yang pernah mengumbar janji pada hati yang sepi,

Yang membuatku pernah terbuai mimpi yang manis, Aku ingin bilang,

 

Terima kasih karena pernah melukis tawa juga bahagia yang hanya menjadi kenangan.

Terima kasih karena pernah merajut pelangi bersama, di bawah langit senja yang hanya tinggal cerita.

Terima kasih karena sudah membuatku mudah percaya,
Pada kata-kata indah yang sulit kubantah.

Terima kasih karena telah membuat luka dan meninggalkan duka yang begitu menyiksa

Terima kasih karena pergi tanpa pernah merasa bersalah dan tanpa tinggalkan sedikit kepastian.

Kini,
Cerita kita tak lagi indah,
Kisah kita tak pernah lagi sama,
Dunia kita telah menjadi beda.

Aku dan kamu telah terpisah oleh jarak yang tercipta dari luka,
Tak ada lagi harapan untukku bisa terpikat pada kata dan kalimat yang pernah membuatku terpana,

Engkau telah membuat jiwa ini menjadi letih
Engkau telah membuat rindu ini kembali beku, hati ini kembali sepi
Engkau telah membuat diri ini kembali bersusah membuka hati pada cinta sejati yang dengan pasti sedang menanti,

Engkau telah membunuh tawaku dan bahagiaku dengan pedang keegoanmu,
Engkau telah membuatku menjadi mati. ***

Menjelang Malam

Menjelang malam, rindu terus membara
Mengais setiap isi hati yang semakin lara,
Menjelang malam, dunia semakin hampa,
Prahara cinta bergejolak dalam dada..
Menjelang malam, semua kelam, tak bercahaya..

Entah!
Rindu yang menyiksa.
Cinta yang hampa…
Mimpi tak lagi seindah surga,
Kekasih yang tlah tinggalkan luka,
Pergi menghilang bersama kenangan…
Menjelang malam, semua sirna…. ***

Mita Barung (Foto: Dok. Pribadi)

*)Penulis adalah mahasiswi Jurusan Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Baca juga:

Cerpen: Cinta Carmelita

Puisi : Merindukan Belaian Tangan Ibu

Terhanyut Dalam Kerinduan : Puisi-Puisi Geraldo Ximenes Leite

Cerpen: “Magdalena: Mari Pulang”

Cerpen: Kucuri Hati Gadis Berkasta dari Dewata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *