Titiek Soeharto Gabung ke Partai Berkarya, Petrus: Tidak Perlu Disesali

oleh
Titiek Soeharto (Sumber foto: Warta Ekonomi)

FLORESPOST.co, Jakarta Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengundurkan diri dari Partai Golkar dan bergabung di Partai Berkarya, Senin (11/6/2018).

Titiek Soeharto memilih bergabung satu partai dengan saudaranya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Terkait hal tersebut, Petrus Selestinus S.H. dalam press releasenya kepada media ini, Senin, (12/6), mengatakan bahwa mundurnya Titiek Soeharto dari Partai Golkar dan memilih bergabung ke Partai Berkarya sebagai pertanda baik bahkan akan sangat menguntungkan Partai Golkar.

“Mundurnya Titiek Soeharto bahkan Tommy Soeharto dari Partai Golkar tidak boleh disesali melainkan harus disyukuri dan harus dipandang sebagai momentum terwujudnya Golkar Bersih,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, mundurnya Titiek Soeharto berarti telah membebaskan Partai Golkar dari beban politik dan psikologis yang dipikul selama dua puluh tahun, sejak dikeluarkannya TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998 Tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas KKN, tanggal 13 November 1998.

Karena itu, terangnya, Partai Golkar bukan saja tanpa beban mengusung tagline “Golkar Bersih, Bersatu dan Bangkit”, akan tetapi juga bagi masyarakat khususnya kader Golkar dapat mengembangkan partisipasi atau peran kontrol sosialnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana diamanatkan oleh TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998,

“Tanpa hambatan politik dan psikologis apapun lagi, apalagi Partai Golkar merupakan salah satu motor dalam melahirkan TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998 dimaksud,” terangnya.

Ia berharap Partai Golkar akan lebih leluasa mewujudkan amanat TAP MPR RI Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas KKN dan TAP MPR RI Nomor VIII/MPR/2001 tentang Arah Kebijakan Pemberantasan dan Pencegahan KKN.

Reporter: Adi Nembok

Editor: Yos Syukur

Baca juga:

Tinggalkan Formappi, Sebastian Salang Kini Caleg Partai Golkar

Opini: Partai Hanura dan Kretinisme Politik

Honing Sanny Sebut PDI-P Bukan Partai Besar di NTT

Ray Fernandes: Partai Sudah Pilih Orang yang Bantai PDI-P dan Menganggapnya Pahlawan

Melky Laka Lena : Hitam dan Putihnya NTT Tergantung Masyarakatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *