Opini: PilGub NTT, Ayo Mencoblos!

oleh
Ilustrasi - Specimen surat suara PilGub NTT 2018 (Foto: Dok. KPU Kabupaten Manggarai)

Oleh: Apolonarius Rokefeler Soleman*

 

Ketika di Belgia, Kanada, dan sejumlah negara maju lainnya, Pemilu dilakukan dengan mesin online atau alat bantu teknologi (EVM: E-Voting Machine), tata cara pemilihan di tanah air bersifat konvensional atau “manual”.

Pengunaan hak pilih dilakukan dengan cara mencoblos secara tepat di dalam grafis kotak berisi gambar pasangan calon pilihan yang termuat di lembaran kertas surat suara. Pencoblosan dibuat dengan memakai alat bantu berupa paku yang disiapkan di bilik suara di TPS. Sejauh menyangkut konteks tersebut, Indonesia sejauh ini masih menerapkan model konvensional. Termasuk pula untuk putaran Pilkada Serentak Tahun 2018, di mana Provinsi NTT turut ambil bagian di dalamnya.

Total alokasi surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil gubernur NTT (disingkat: Pilgub NTT) di wilayah pemilihan Kabupaten Manggarai sebanyak 197.742 lembar. Jumlah angka ini diperoleh dari banyaknya pemilih terdaftar dalam DPT (daftar Pemilih Tetap) ditambah dengan 2,5 persen dari jumlah pemilih dalam DPT di masing-masing TPS.

Pemilih dalam DPT di Manggarai sebanyak 192.919 orang. Sementara itu, akumulasi 2,5 persen dari DPT di setiap TPS (total jumlah TPS sebanyak 600) ialah 4.823. dengan ketentuan, hasil persentase berupa bilangan pecahan, diberi pembulatan ke atas. Dalam Pilgub ini, DPT Manggarai menyumbang sebanyak 6,054 persen terhadap DPT Provinsi NTT yang berjumlah 3.186.506 pemilih (akumulasi DPT dari 22 Kabupaten/Kota).

Pengadaan surat suara untuk Pilgub NTT di-handle langsung oleh KPU NTT, bekerja sama dengan suatu perusahaan percetakan tersertifikasi di Jawa Timur. Pasca-pencetakan, kargo surat suara dikirimkan langsung ke seluruh 22 Kabupaten/Kota se-NTT. Ketika paket Surat Suara tersebut tiba, tugas KPU Kabupaten/Kota ialah melakukan proses penyortiran.

Proses penyortiran suara suara (Foto: Dok. KPU Kabupaten Manggarai)

Penyortiran diperlukan untuk mengecek, antara lain, jumlah surat suara yang layak untuk didistribusikan ke TPS, dan memisahkan surat suara yang keliru dicetak, entah karena terdapat rembesan tinta yang tak beraturan, gambar wajah atau nomor urut atau tulisan nama pasangan calon yang kabur, dan lain sebagainya.

Layak tidaknya untuk dipakai, tentu sesuai standar yang telah diatur. Prinsipnya, entitas surat suara berupa lembaran kertas berbentuk lanskap dengan memuat foto, nama, dan nomor urut Pasangan Calon dengan tampilan jelas.

Surat Suara yang dialokasikan untuk setiap TPS ialah sebanyak jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPT ditambah dengan 2,5 persen dari total pemilih terdaftar per TPS tersebut. Misalkan jumlah DPT di TPS 2 Desa Ladur, Cibal Barat, Manggarai, yang berlokasi di Kampung Kukung, berjumlah 263 jiwa pemilih. Maka alokasi surat suara untuk TPS di Kukung tersebut sebanyak 263 + (2,5 % x 263)= 270 Surat Suara.

Ketika selesai disortir, langkah berikutnya adalah melakukan pengepakan surat suara tersebut bersama dengan sejumlah alat perlengkapan tertentu ke dalam kotak suara berbahan aluminium. Selain surat suara, terdapat daftar perlengkapan lain yang disiapkan KPU Kabupaten.

Dalam sehari atau dua hari sebelum hari pemungutan suara, seluruh perlengkapan akan diluncurkan ke 171 desa/kelurahan se-Kabupaten Manggarai untuk siap digunakan di TPS pada Hari-H. Di antaranya berupa Kotak Suara (1 per TPS), Bilik Suara (3 per TPS), botol tinta (2 buah per TPS), segel (19 keping per TPS), rupa-rupa formulir atau instrumen administratif, sampul-sampul, alat coblos, alat bantu tunanetra, dan ragam alat kelengkapan lain.

Formulir penting karena pengadministrasian proses maupun hasil pemungutan suara akan menyajikan bukti formil untuk pertanggungjawaban oleh penyelenggara maupun pihak-pihak berkepentingan lain. Alat bantu tunanetra berupa semacam wahana dengan tekstur huruf braille yang memudahkan pemilih tunanetra mengenali teks nama atau nomor urut dan kemudian mencoblos pasangan calon pilihannya.

Singkat kata, seluruh proses maupun langkah kerja yang ada mempedomani standar prosedur operasional baku. Memilih itu mudah, cukup dengan mencoblos pada kertas surat suara di tulisan nama, atau nomor urut atau gambar pasangan calon.

Untuk memastikan KPU Kabupaten dan jajarannya bekerja profesional, pengawasan oleh  Lembaga Pengawas Pemilihan berjalan secara melekat dan berjenjang.

Banyaknya jenis perlengkapan pemungutan suara bukan kebetulan. Orkestrasi seluruh sarana ini bermuara pada tujuan pokok, supaya penggunaan hak pilih warga benar-benar sejalan dengan asas “Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil” dan tak kalah penting pula, agar setiap “suara” yang telah diberikan pemilih tetap terbilang utuh, tidak dicurangi, dan bisa dipertanggungjawabkan. ***

*)Penulis adalah Anggota Komisioner KPU Kabupaten Manggarai, Ketua Divisi SDM & Parmas.

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co.

Baca juga:

Ini Rekapitulasi DPT Provinsi dalam Pilgub NTT 2018

KPU Manggarai Gelar Sosialisasi Pilkada NTT, dari Emperan Toko Hingga Kafe

KPUD Manggarai Timur Sosialisasi Pemilu ke  Pemilih Pemula

TABIR Diantar Ribuan Pendukung Daftar ke KPUD Manggarai Timur

Ketua KPUD : Debat Ini Jadi Referensi Bagi Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *