Paus dan Pari Manta Terjaring Pukat Nelayan di Solor Selatan

oleh
Pari Manta pada saat diselamatkan oleh tim Dinas Perikanan Flores Timur, Satwas PSDKP Flores Timur, WCS, dan Misool Baseftin. (Foto: Istimewa)

FLORESPOST.co, Larantuka Seekor Hiu Paus (Rhincodon typus) dan seekor Pari Manta  terjaring dan terlilit pukat nelayan asal Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur pada Sabtu (7/7/2018).

Apolinardus Y.P Demoor, Kepala Bidang Pengawas Sumber Daya Perikanan dan Perijinan Usaha Kabupaten Flotim kepada Florespost.co mengatakan hiu dan pari tersebut ditemukan nelayan pada saat melakukan setting purse seine (11 piece) sekitar jam 02.00 Wita di perairan Desa Lemanu dengan titik koordinat S 08°29’42,1” dan E 123°00’02,5”.

“Pada saat tarikan 3 piece jaring terdapat 1 ekor Hiu Paus (Rhincodon typus) yang terlilit dan pada saat tarikan (5 psc) jaring terdapat 1 ekor pari manta oseanik dalam keadaan terlilit juga,” kata Dus Demoor.

Dikatakannya Hiu Paus dapat dilepas kembali ke perairan oleh nelayan sendiri dalam keadaan sehat dengan ukuran 6 meter dalam kategori Hiu Paus dewasa.

“Pari Manta dapat terlepas dari pukat jam 08.00 Wita, dalam keadaan lemah dan berhasil kami lepas kembali ke tengah laut. Dalam keadaan tersebut tim langsung melakukan identifikasi, dokumentasi dan pengambilan sampel oleh Misool Baseftin,” katanya.

Dus menambahkan hasil identifikasi dari Pari  Manta tersebut  jenis Manta Birostris dengan panjang dorsal 120 cm, lebar sayap kanan hingga kiri 340 cm,  berjenis kelamin betina.

Nelayan tersebut kata Dus, pada bulan Mei 2018 sudah tiga kali Pari Manta terjaring dalam pukatnya.

Sedangkan Hiu Paus baru  pada bulan Juli 2018. Sekitar 2 psc yang sudah terpotong untuk menyelamatkan Pari manta dan Hiu Paus.

“Nelayan Lemanu melaporkan ke Dinas Perikanan Flores Timur melalui tim Misool Baseftin yang diteruskan ke Kepala bidang Pengawasan Sumber Daya Perikanan dan Perijinan Usaha,” katanya.

Ia menambahkan tim yang terdiri dari Dinas Perikanan Flores Timur, Satwas PSDKP Flores Timur, WCS, dan Misool Baseftin langsung merespon informasi dari nelayan Yansen Haren (33) asal Desa Lemanu, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten  Flores Timur.

“Tim juga melakukan sosialisasi dan pembinaan bahwa jenis ikan Pari Manta sudah dilindungi penuh sebagaimana diatur dalam UU No.45 Tahun 2009 tentang Perubahan UU No 31 Tahun 2004 dan Keputusan Menteri Kelautan Perikanan No. 4/KEPMEN-KP/2014,” katanya.

Penulis: Stanis

Editor: Fransiskus Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *