Beranda Opini Opini: PERSIM Manggarai, Cerita Yang Tak Pernah Habis

Opini: PERSIM Manggarai, Cerita Yang Tak Pernah Habis

150
0
Evan Lahur (kaos merah). (Foto: Dok. Pribadi)

Oleh: Evan Lahur*

 

Salam olah raga. Saat anda membaca tulisan ini, tim Persatuan Sepak Bola Manggarai (Persim Manggarai) baru menyelesaikan laga melawan tim Persab Belu di hari keempat turnamen Piala Gubernur NTT 2018 di Kupang. Skor berakhir imbang tanpa gol terjadi di laga kedua Persim ini.

Bagi saya, hasil ini cukup memuaskan bagi pecinta sepak bola Manggarai setelah di pertandingan pembuka dibabat enam gol oleh Laskar Inerie, PSN Ngada. Tentunya Persim masih memiliki peluang untuk lolos ke babak berikutnya. Tentunya posisi puncak atau runner up group A menjadi incaran. Toh perjuangan di lapangan belum selesai. Masih ada tim PS Kabupaten Kupang dan Persada Sumba Barat Daya yang harus dihadapi Persim.

Sungguh perjuangan tidak mudah bagi Persim. Namun pembaca sekalian, selain perjuangan di lapangan ternyata Persim Manggarai harus berjuang di luar lapangan.

Cerita Masih Terus Berlanjut

Kemarin, saya dikirimi surat edaran ini oleh kae Kristo Ogas, kerabat di Kupang. “Ase, surat edaran Ketua Ikatan Keluarga Besar Manggarai Kupang. Tidak ada cukup dana ka ase, […], masak sendiri makan apa adanya sa”. Begitu kalimat chat WhatsApp yang saya terima. “Semalam, saya dengan teman-teman pergi motivasi mereka e”, kae Kristo melanjutkan ceritanya.

Saya pun harus membaca surat edaran ini berkali-kali. Sekilas membaca mungkin dikira hanya sebatas surat edaran biasa. Akan tetapi bagi saya, surat ini menyiratkan banyak hal. Kesatu, sungguh berat perjuangan Persim. Sebelum dan sesudah bertanding, tim manager Persim harus berjuang melewatkan hari dengan berbagai pertanyaan. “Hari ini menu apa yang akan kami makan?”, salah satu pertanyaan yang bisa saja muncul.  Belum lagi jika ada pemain yang cedera. Bagi saya, situasi ini sungguh berat. Anda pernah menjadi tim pelatih sebuah kub sepak bola? Jika pernah, anda pasti mengetahui hal ikwal kerja tim manager sebelum dan sesudah pertandingan. Itulah yang dihadapi oleh tim manager Persim saat ini.

Kedua, kehadiran Ikatan Keluarga Besar Manggarai Kupang (IKMK) sejenak menarik perhatian. Isi surat edaran tersebut secara tersurat meminta dukungan kepada warga Manggarai yang berdomisili di Kupang untuk memberi bantuan kepada tim Persim. Mari kita urutkan bantuan yang tertulis di surat edaran ini; sumbangan dana dan barang (air minuman/mineral, bubur kacang hijau, dll).

Jika kita mempercayai keyakinan “lebih baik mencegah daripada mengobati”, tentunya kehadiran surat ini bisa dicegah apabila pihak yang berwewenang dalam pembinaan sepak bola Manggarai yakni pengurus Persim dan KONI Manggarai mau menunjukkan dukungan anggarannya.

Di lain pihak, kita pun patut bertanya, apakah anggaran di APBD Kabupaten Manggarai tahun 2018 telah mengakomodir perjalanan tim Persim di Piala Gubernur NTT tahun 2018 di Kupang? Untuk hal ini, saya mencoba untuk menduga-duga pola kehadiran informasi Piala Gubernur tahun 2018 ini. Apakah informasi turnamen ini yang datang ke pengurus Persim Manggarai berupa surat undangan atau pengurus Persim Manggarai yang mencari tahu informasi?

Ingat, gelaran Piala Gubernur NTT diadakan dua tahun sekali. Tahun 2016, PSN Ngada menjadi kampiun setelah di final mengalahkan Persematim Manggarai Timur melalui babak adu penalti. Artinya, gelaran Piala Gubernur berikutnya pasti diadakan tahun 2018. Sehingga pertanyaannya ialah apakah pengurus Persim benar-benar lupa atau sengaja lupa sehingga di pembahasan RAPBD tahun anggaran 2018/2019, alokasi untuk tim Persim di Piala Gubernur tidak ada?

Ini Refleksi dan Mari Berbuat

Dua kata; ini refleksi bagi saya sudah sering kita dengarkan dari tahun ke tahun. Toh ketika Persim gagal menunjukkan prestasi, ada ajakan untuk berefleksi. Bahkan selain refleksi, evaluasi menjadi sebuah kepastian. Namun apa daya, cerita dari tahun ke tahun selalu sama.

Untuk itu, penulis mengusulkan dan mengajak tiga hal berikut. Kesatu, mengusulkan kepada Ketua KONI Manggarai agar melakukan evaluasi kinerja kerja kepengurusan Persim saat ini. Evaluasi ini hendaknya menyatukan seluruh elemen masyarakat sepak bola Manggarai baik mantan pemain Persim, pemilik klub, pemilik SSB maupun seluruh masyarakat sepak bola Manggarai yang mencintai Persim Manggarai.

Evaluasi ini berguna agar seluruh masyarakat sepak bola Manggarai mengetahui program kerja pengurus Persim, strategi pengembangan tim Persim dan tentunya penggunaan anggaran tim Persim dalam keikutsertaannya di beberapa turnamen regional NTT beberapa tahun terakhir.

Dari evaluasi ini, saya yakin akan timbul dua rasa yakni rasa kebersamaan dan rasa memilki pada tim Persim Manggarai. Dua hal ini akan menjadi pintu masuk bagi perkembangan Persim ke depannya baik sebagai tim maupun kepada pengurus Persim.

Kedua, sebagai bentuk kecintaan saya terhadap Persim, saya menawarkan ide untuk membentuk wadah suporter bagi tim Persim. Jika para pembaca tertarik menjadi suporter, saya siap menjadi koordinator. Saat ini saya sedang belajar manajemen suporter di salah satu kelompok suporter Persipura Jayapura di Yogyakarta; Ultras Black Pearl (1963) Curva Sud Sezione Yogyakarta. Ini modal yang sedang saya persiapkan untuk membentuk wadah kelompok suporter tim Persim Manggarai.

Wadah ini menjadi sarana dukungan bagi tim Persim. Selain mendukung tim Persim dalam setiap laga di berbagai turnamen, toh manfaat kehadiran sebuah wadah suporter sangat luas. Bisa menjadi sarana untuk membantu keuangan tim Persim, menjadi saluran masukan bagi manager Persim dan tim Persim maupun manfaat lainnya. Jika anda berminat, mari kita bergerak bersama.

Ketiga, jika kesimpulan sementara saya benar terkait absennya dukungan anggaran bagi tim Persim di gelaran Piala Gubernur NTT 2018 di Kupang, tak pelak dukungan anggaran di tahun anggaran 2019/2020 menjadi sebuah kepastian. Untuk itu, saya dan anda tentu berharap anggaran untuk tim Persim di tahun 2019 bisa diakomodir. Di tahun 2019, ada gelaran El Tari Memorial Cup di Kabupaten Malaka. Dukungan anggaran menjadi salah satu dukungan yang diperlukan tim Persim.

Tiga poin penting di atas setidaknya bisa menjadi masukan bagi tim Persim dan pengurus Persim. Jika mau berubah, mari bergerak bersama. Jika tidak, maka cerita tentang kegagalan tim Persim Manggarai terus berlanjut.

*)Penulis adalah Anggota Komunitas Masyarakat Gila Bola (Masgibol) Manggarai, Anggota ICI Moratti Regional Ruteng.

Catatan Redaksi: Opini kolom ini adalah tulisan pribadi Penulis, isinya tidak mewakili pandangan Redaksi Florespost.co.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here