Diduga Curang, Wabup Flotim Sidak di SPBU Waiwerang Adonara

oleh
Pengisian BBM. (Foto: Istimewa)

FLORESPOST.co, Larantuka Dugaan praktek curang Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim) ini ternyata sudah berlangsung sejak lama.

Praktik kecurangan ini memang jarang disadari pelanggan. Pasalnya jumlah angka bahan bakar yang dibeli setiap orang biasanya berbeda. Selain itu kecurangan dilakukan dengan selisih sedikit, jarang diketahui. Berbeda jika beli dalam jumlah besar, tentunya kecurangan dilakukan SPBU akan lebih terlihat.

Dugaan kecurangan inipun akhirnya dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

Menanggapi keluhan dari masyarakat di pulau Adonara, Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli pada, Rabu (31/7/2018) melakukan inspeksi mendadak atau sidak di SPBU Waiwerang Adonara.

Di SPBU Waiwerang, Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli membenarkan jika manajemen melakukan kecurangan karena terjadi loss yakni pemuaian BBM dari jumlah yang dibeli manajemen di Pertamina Maumere.

“Daripada kita menduga-duga saya dengan pak camat Adonara Timur langsung menemui manager SPBU dan saya periksa semua totalitas kuota harian dari Pertamina dan standar pelayanan,” kata Agus Boli, kepada Florespost.co, Kamis (2/7/2018).

Agus Boli di hadapan  manager SPBU  mengatakan mafia dan kecurangan itu merupakan tindak pidana. Oleh karena itu Ia meminta pihak SPBU hentikan kecurangan-kecurangan tersebut.

“Misalkan bayar uang Rp.30 ribu untuk dapat empat (4) liter ternyata yang diisi SPBU ke tangki kendaraan hanya tiga (3) liter saja. Ini sangat merugikan masyarakat,” kata Agus Boli.

Agus Boli juga menemukan ternyata manajemen pelayanan BBM di SPBU Waiwerang ini tidak sesuai waktu pelayanan seperti SPBU lainnya. Padahal SPBU wajib memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Agus Boli juga meminta manajemen SPBU memberikan pelayanan penuh sehari kepada masyarakat dengan menggunakan sistem shift.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Flotim menegaskan pelarangan menjual BBM bersubsidi kepada pengusaha. BBM subsidi kata Agus Boli hanya untuk masyarakat konsumen langsung.

Masalah loss pemuaian, kata Agus, itu resiko perusahaan dan tidak bisa dibebankan pada konsumen.

Dirinya mengingatkan keuntungan SPBU sudah diperhitungkan oleh negara melalui pertamina. Karena itu ketika pemerintah beri kemudahan berusaha. Ia berharap pihak SPBU jangan lagi  memeras masyarakat dengan cara-cara yang merugikan masyarakat itu sendiri.

Penulis: Stanis

Editor: Yos Syukur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *