Soal Laporan Ahang ke Polisi, Lamber Sahe: Silahkan, Itu Haknya Dia

oleh
Kepala Dinas Sat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Manggarai, Lamber Sahe. (Foto: Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng Kepala Dinas Sat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Manggarai, NTT, Lamber Sahe menghormati upaya hukum yang dilakukan anggota DPRD Manggarai, Marsel Nagus Ahang yang melaporkan sejumlah anggota Sat Pol PP ke polisi atas dugaan tindakan kekerasan terhadap Ahang.

“Silahkan saja, itu hak dia. Dan untuk membuktikan kebenaran laporan itu tentu ada bukti baik berupa hasil visum maupun bukti-bukti lainnya,” kata Lamber kepada Florespost.co, Kamis (6/9/2018) di gedung dewan.

Menurut Lamber, Sat Pol PP menarik keluar Marsel dari ruang sidang karena atas perintah pimpinan sidang. Dan saat itu, anggota hanya merangkul dan membawa Marsel keluar dari ruangan sidang dan tidak ada anggota yang memukul pada saat itu.

Baca juga: Dua Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Nyaris Adu Jotos

“Kalau dipukul  tidaklah. Karena waktu itu Marsel dirangkul dan tidak ada ayunan tangan untuk pukul. Soal luka di pelipis Marsel, kemungkinan kena papan nama atau kena topi baret Sat Pol PP,” jelas Lamber.

Soal kehadiran Sat Pol PP di gedung dewan, Lamber mengatakan bahwa salah satu tugas Sat Pol PP adalah melakukan pengamanan terhadap pejabat negara seperti Bupati, DPR. “Kita melakukan pengamanan terhadap pejabat negara. Bupati, DPR itu pejabat negara. Pengamanan yang kita lakukan itu ada regulasinya,” tegas Lamber.

Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Marsel Nagus Ahang, melaporkan sejumlah anggota Sat Pol PP ke Polres Manggarai, Rabu (5/9/2018) siang.

Baca juga: Marsel Ahang Polisikan Sejumlah Anggota Sat Pol PP Manggarai

Laporan Ahang tersebut terkait tindakan dugaan kekerasan yang diduga dilakukan sejumlah anggota Sat Pol PP saat melerai keributan dirinya dengan anggota dewan Matias Masir, saat berlangsung sidang paripurna dewan dengan agenda Penyampaian Tim Anggaran Dewan Terhadap KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun  2018, Rabu (5/9/2018) di ruang sidang utama dewan.

“Saya lapor karena sekelompok Pol PP yang di ruangan sidang menganiaya saya,” jelas Marsel melalui pesan WhattsApp nya kepada Florespost.co.

Baca juga: Keji! Ayah Perkosa Anak Tirinya Selama 6 Tahun

Marsel mengaku, akibat tindakan sejumlah anggota Sat Pol PP tersebut, ia mengalami luka di pelipis bagian kanan dan luka memar.

“Pelakunya Sat Pol PP yang tugas menjaga ruangan sidang. Saya luka di pelipis kanan dan luka memar,” kata Marsel. Laporan Marsel sudah diterima Polres Manggarai dengan No  STPL:163 a/IX/2018/NTT/RES MANGGARAI.

Penulis: Adi Nembok

Editor: AN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *