KMN Giovani Ditangkap di Perairan Nusa Dani Flotim, Ini Penyebabnya!

oleh
Petugas Polairud Polda NTT sedang memeriksa barang bukti ikan Tuna yang dibeli dan ditampung di KMN Giovani 03 dari nelayan di Perairan Solor Kabupaten Flores Timur. (Foto: Istimewa)

FLORESPOST.co, Larantuka Kapal Motor Nelayan (KMN) Giovani 03 dengan GT 24, dengan alamat Kota Kupang, Provinsi NTT, ditangkap oleh tim patroli Ditpolairud Polda NTT, pada saat melakukan aktivitas pengangkutan ikan tanpa surat ijin di Perairan Nusa Dani, Kabupaten FloresTimur, Rabu (15/08/2018), sekitar pukul 12.30 wita.

Kapolres Flotim AKBP Arri Vaviryanto pada saat jumpa pers bersama wartawan, Rabu (13/9) mengatakan, saat diperiksa polisi, nahkoda tidak bisa menunjukkan dokumen kapal berupa Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI). Karenanya, ia langsung diamankan.

“Berawal dari pemeriksaan KMN. Giovani 03 GT 24 oleh KP. P. Raijua yang saat itu melakukan patroli, dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa kapal tersebut melakukan aktifitas pengangkutan ikan tanpa dilengkapi dengan surat ijin kapal pengangkut ikan (SIKPI),” kata Kapolres Arri.

Akibat tidak mempunyai dokumen lengkap katanya, Nahkoda beserta ABK dan muatan dikawal dan diamankan di PPI Larantuka untuk dilakukan proses lebih lanjut oleh unit Subditgakkum Ditpolairud Polda NTT.

“Tersangka diduga melanggar pasal 94 Jo pasal 28 UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana dirubah dan ditambah UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp.1.500.000.000 (satu milyar lima ratus juta rupiah),” jelasnya.

Terkait dengan tindak pidana perairan ini lanjut dia, sudah menjadi komitmen dari Kapolda NTT melalui jajarannya di satuan wilayah untuk segera ditindaklanjuti dengan aksi. Aksi tambah Arri, berupa penanganan dan pemberantasan tindak pidana perairan maupun perikanan baik itu terkait dengan bom ikan yang mulai marak akhir-akhir ini dan masalah pengangkutan atau penangkapan ikan tanpa ijin.

“Pemerintah juga menggalakkan operasi illegal fishing di seluruh nusantara, sehingga saya menghimbau untuk para nelayan agar berhati-hati dalam melakukan penangkapan ikan, lengkapi administrasi perizinannya dan jangan menggunakan bom ikan yang akan berakibat rusaknya ekosistem laut,” tandas Kapolres.

Penulis: Stanis

Editor: STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *