Mahasiswa KKN STKIP Santu Paulus Garap Bahan Bacaan Kontekstual untuk Anak

oleh
Mahasiswa KKN STKIP Santu Paulus Ruteng di Desa Gulung, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai. (Foto: Istimewa)

FLORESPOST.co, Ruteng Mahasiswa KKN STKIP Santu Paulus menulis bahan bacaan kontekstual untuk anak-anak di Desa Gulung, Kecamatan Satar Mese Utara.

Bahan bacaan kontekstual dimaksud berupa teks legenda setempat berjudul “Tana Weri Ata Todo” yang ditulis dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Manggarai, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Menurut Marcelus Ungkang, dosen pembimbing mahasiswa di Desa Gulung, dengan cara ditulis dalam tiga bahasa, teks legenda itu jadi punya tiga fungsi.

“Pertama, mendokumentasikan secara tertulis kekayaan cerita rakyat Manggarai dari wilayah Satar Mese. Kedua, teks bacaan tersebut bisa dijadikan sebagai sumber belajar. Ketiga, membuka ruang bagi pembaca nonpenutur bahasa Manggarai untuk menikmati cerita rakyat tersebut” jelas Ungkang.

Empat mahasiswa yang terlibat dalam PKM tersebut adalah Oktavinaus Jegaut (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris), Imakulata N. Som (Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Henriana S. Astuti dan Yustina Setia (Prodi PGSD).

Proses penggarapan teks dilakukan dalam tujuh tahap, yaitu penyadaran akan pentingnya bahan bacaan kontekstual bagi anak, pengumpulan data melalui wawancara, pentranskripsian hasil wawancara, penerjemahan, pengeditan, pengaturan teks dan sampul, dan pencetakan.

Program PKM tersebut merupakan bagian dari kegiatan KKN STKIP Santu Paulus Ruteng, tanggal 23 Juli hinnga 25 Agustus 2018.

KKN tersebut melibatkan 685 mahasiswa yang tersebar di 162 desa di Kabupaten Manggarai.

Penulis: Felix Hatam

Editor: AN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *