Stunting Bisa Diatasi dengan Pencegahan Dini

oleh
Wabup Manggarai Victor Madur dan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Kominfo Wiryanta saat Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rangka Penurunan Prevalensi Stunting. (Sumber Foto: Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai).

FLORESPOST.co, Ruteng Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Victor Madur mengatakan, masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang relatif lama atau Stunting, dapat diatasi dengan cara pencegahan dini. Waktu terbaik mencegah stunting adalah selama kehamilan dan pada dua tahun pertama kehidupan.

Wabup mengatakan itu saat membuka kegiatan Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rangka Penurunan Prevalensi Stunting di Kabupaten Manggarai, Kamis (13/9/2018) di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai.

Sosialisasi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, dihadiri para camat se-Kabupaten Manggarai, para kepala desa, tenaga kesehatan dari puskesmas-puskesmas, Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai dan utusan dari perangkat daerah di lingkup Setda Manggarai. Sejumlah pimpinan perangkat daerah juga turut hadir dan mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Menurut Wabup, stunting tidak hanya berhubungan dengan pertumbuhan tinggi yang terhambat, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan otak yang tidak maksimal.

“Stunting bisa menghambat perkembangan mental dan kemampuan belajar yang kurang dan berdampak pada prestasi anak di sekolah,” kata Wabup sebagaimana dikutip dari laman facebook Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai, Kamis (13/9).

Untuk itu, lanjut Wabup, upaya menekan prevalensi stunting harus terus dilakukan. Pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, akademisi dan seluruh lapisan masyarakat harus memberikan dukungan dan berkomitmen meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hidup sehat dan bersih.

Wabup akui, kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat. Karena itu, para peserta diharapkan terlibat secara aktif dalam proses diskusi sehingga selanjutnya dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wiryanta, Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Direktorat Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dalam sambutannya menjelaskan bahwa berdasarkan data badan kesehatan dunia WHO, Indonesia berada di urutan kelima di dunia dalam jumlah anak dengan kondisi stunting. Karena itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Kominfo melaksanakan kegiatan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat ini di daerah-daerah.

Penulis: Adi Nembok

Editor: AN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *