Kuasa Hukum Bantah Elvis Menyimpan dan Memiliki Sabu-Sabu

oleh
Muhammad Achyar, SH., kuasa hukum Elvis yang diduga sebagai pembeli dan pemakai sabu. (Foto: Adi Nembok/Flores Post)

FLORESPOST.co, Ruteng Eduardus Elvis Angliwarman, salah satu terduga pembeli dan pemakai yang diduga sabu-sabu, yang ditangkap Satnarkoba Polres Manggarai di salah satu toko di Ruteng, Sabtu (15/9/2018), telah menunjuk Muhammad Achyar sebagai kuasa hukumnya berdasarkan Surat Kuasa No: 04/MAA-SK/IX/2018/Pid.

Kepada wartawan di Mapolres Manggarai, Minggu (16/9/2018) pagi, Muhammad menyampaikan apresiasi atas prestasi pihak Kepolisian Resor Manggarai yang memberantas peredaran Narkoba di wilayah ini.

“Mewakili pihak keluarga sekaligus sebagai kuasa hukum, kami sangat menghormati dan menghargai kerja polisi dalam memberantas tindak pidana Narkotika di Nuca Lale ini. Dan kami berharap proses-proses yang dilakukan itu benar-benar proses yang fair,” kata Muhammad yang saat itu di dampingi keluarga Elvis.

Baca juga: Satnarkoba Polres Manggarai Tangkap Kurir dan Pembeli Narkoba

Menurut Muhammad, menyikapi pemberitaan berbagai media dan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, pihaknya memperoleh fakta-fakta bahwa penangkapan terhadap Elvis bermula dari penangkapan Taufan dan Budi di Sky Hotel. Saat penangkapan Taufan dan Budi, polisi juga mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu.

“Sampai hari ini, kami belum berani menyimpulkan berapa beratnya. Kalau yang di media-media sudah ada muncul berat berapa. Tapi kami punya keyakinan beratnya berubah karena informasi yang kami dapat dari pihak penyidik belum memastikan berapa beratnya karena perlu ditimbang lagi,” kata Muhammad.

Terkait barang bukti saat penangkapan di Sky Hotel, menurut Muhammad barang bukti itu dimiliki dan dikuasai oleh Taufan dan kemudian diserahkan kepada Budi dengan cara menempatan narkoba jenis sabu itu di tempat sampah sekitar Hotel Sky untuk kemudian diambil Budi, sehingga penguasaan narkoba jenis sabu tersebut berada pada Budi.

“Kami menegaskan bahwa penguasaan barang ada pada Taufan dan Budi saat penangkapan di Sky. Kenapa kami luruskan, karena ada pemberitaan di media ketiga-tiganya ditangkap di Hotel Sky. Coba cek nanti, saya betul-betul lihat itu. Ada kekeliruan di situ. Ada kesan klien kami ditangkap bersamaan di Sky padahal tidak,” urai Muhammad tanpa menyebut nama media yang dimaksud.

Baca juga: Ini Penjelasan Kapolres Manggarai Soal Penangkapan Kurir dan Pemakai Sabu-Sabu

Terkait penangkapan kliennya, Muhammad mengakui kalau penangkapan tersebut bermula dari penangkapan Taufan dan Budi. Dari keterangan keduanya saat pemeriksaan di polisi, penangkapan kemudian diarahkan ke Elvis.

“Yang kami tahu sejauh ini, yang namanya saudara Taufan tidak kenal dengan Elvis. Yang kenal adalah Budi. Artinya apa, yang ditangkap sedang transaksi dari kurir ke pengguna saat peristiwa di Sky Hotel. Setelah ada pemeriksaan di sini (Polres) berlanjut ke Toko Mulia Jaya. Karena BAP belum ada, mengenai keterangan tentang ada komunikasi lewat WA yang mengarah pada penangkapan Elvis, kami belum bisa berkomentar karena perlu didalami lebih lanjut,” katanya.

Namun yang menjadi point penting, lanjut Muhammad, Elvis tidak dalam kondisi memiliki, menyimpan, menguasai apalagi menyediakan barang narkoba jenis sabu tersebut. Dengan kondisi ini pihaknya meyakini bahwa menguasai memiliki tidak pas untuk Elvis. Selain itu, dari test urine terhadap Elvis hasilnya negatif.

“Soal nanti penyidik melakukan test urine ulang itu wajar dan sah-sah saja,” kata Muhammad.

Baca juga: Keji! Ayah Perkosa Anak Tirinya Selama 6 Tahun

Ia mengakui kalau kliennya memang ada keinginan untuk memakai narkoba, tetapi keinginan itu belum tercapai karena kliennya sudah ditangkap polisi.

“Kami katakan transaksi belum ada. Dalam hal ini belum ada peristiwa penyalahgunaan narkoba oleh klien kami. Sebab dalam UU menyebutkan menguasai memilik dan lain-lain. Lebih jauh kita akan lihat soal pembuktian. Pembuktian itu apa variabel-variabelnya. Kami bersyukur barang bukti tidak ada pada klien kami,” papar Muhammad.

Muhammad juga membantah jika ada anggapan kalau polisi menjebak kliennya.

“Tidak-tidak, kami tidak mengatakan polisi menjebak klien kami. Kami hanya menyampaikan fakta, silahkan pemerhati masalah ini menilainya,” tegas Muhammad.

Sementara Charles, kakak kandung Elvis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Polres Manggarai yang telah mengambil langkah cepat sebelum Elvis menggunakan narkoba.

“Terima kasih karena polisi menjalankan tugas dengan baik, sebelum adik kami terjerumus lebih dalam dan kami juga bersyukur karena hasil test urine ternyata adik kami tidak pakai,” kata Charles.

Penulis: Adi Nembok

Editor: AN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *