Beranda Headline Ahang Nyaris Baku Hantam dengan Kakak Kandungnya di Ruang Sidang DPRD

Ahang Nyaris Baku Hantam dengan Kakak Kandungnya di Ruang Sidang DPRD

38
1
Sidang Paripurna ke-9 di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Manggarai, NTT, Sabtu (22/9/2018) malam. (Foto: Adi Nembok/Flores Post)

FLORESPOST.co, Ruteng Sidang Paripurna ke-9 DPRD Kabupaten Manggarai, NTT, Sabtu (22/9/2018) malam di ruang sidang utama dewan, diwarnai dengan diusirnya Kepala Bagian Ekonomi Maksi Man oleh anggota DPRD Marsel Nagus Ahang.

Pengusiran Maksi Man yang tidak lain adalah kakak kandung Ahang  bermula ketika pimpinan sidang Paus Peos menskor sidang selama 10 menit.

Skornya sidang dengan agenda Pengantar Nota Keuangan Perubahan APBD Kabupaten Manggarai TA 2018, karena Ahang tetap ngotot agar sebelum Pengantar Nota Keuangan ini disahkan paripurna harus kembali ke Badan Musyawarah (Banmus) terlebih dahulu.

Suasana sidang mulai memanas, ketika  pimpinàn sidang Paul Peos dengan suara tinggi meminta Ahang untuk menghormati mekanisme sidang, karena berulang-ulang memotong pembicaraan pimpinan.

“Tolong hormati mekanisme sidang. Jangan memotong pembicaraan sebelum diberi kesempatan. Ini sudah tiga kali terjadi. Saya juga manusia yang punya batas kesabaran,” kata Paul Peos dengan nada tinggi sambil mengetuk palu meminta sidang diskors.

Saat sidang diskors ini, Maksi Man kemudian datang menghampiri Ahang. Entah apa yang disampaikan Maksi, sehingga menyulut emosi Ahang. Jika saja tidak dihalangi anggota dewan Kasmir Jeharum, baku hantam antara keduanya tidak dapat terhindarkan.

“Di sini tidak ada keluarga. Saya anggota dewan. Keluar,” kata Ahang pada Maksi Man dengan nada tinggi.

Maksi Man akhirnya memilih mengalah dan kembali ke kursi di barisan pimpinan OPD. Terlihat Man mengeleng-gelengkan kepala, seolah tidak percaya dengan apa yang barusan dialaminya. Sejenak ia terduduk diam, kemudian memutuskan meninggalkan ruangan sidang dengan raut wajah yang sangat kecewa.

Usai skors dicabut, Paul Peos meminta tanggapan anggota dewan lain perihal permintaan Ahang untuk kembali ke Banmus. Osy Gandut, Flory Kampul, Kasmir Jarum dan beberapa anggota dewan lain sependapat agar sidang dilanjutkan dan tidak perlu kembali ke Banmus.

Ahang akhirnya meninggalkan ruangan sidang, sebelum Bupati Deno membacakan Pengantar Nota Keuangan tersebut. Hadir pula Wabup Viktor Madur, Sekda Manseltus Mitak, Para Asisten, Staf Ahli Bupati dan seluruh pimpinan OPD dalam sidang tersebut.

Penulis: Adi Nembok

Editor: AN

1 KOMENTAR

  1. Anggota DPRD Manggarai bikin malu…. Tidak mampu mengendalikan emosi mereka….. Hal ini terjadi karena egoisme mereka yg selalu diutamakan….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here