Beranda Florata News Festival Nubun Tawa Mengangkat Tradisi Kehidupan Lamaholot

Festival Nubun Tawa Mengangkat Tradisi Kehidupan Lamaholot

56
0
Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon pada saat memberikan keterangan persnya kepada wartawan. (Foto: Stanis/Flores Post)

FLORESPOST.co, Larantuka Festival Nubun Tawa mengangkat tradisi kehidupan Lamaholot khususnya  di wilayah Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur.

Demikian disampaikan oleh Bupati FloresTimur (Flotim) Antonius Hubertus Gege Hadjon pada saat konferensi pers bersama wartawan di Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, Kamis (27/9/2018).

“Mengangkat atraksi-atraksi kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Lewolema dan juga mengangkat perihal kehidupan masyarakat Lewolema,” kata Bupati Anton.

Anton Hadjon menambahkan selain bertujuan mengangkat tradisi kehidupan di Lamaholot khususnya di Lewolema, festival ini juga bertujuan untuk membiasakan dan memperkenalkan kembali kepada orang-orang muda tentang tradisi dan atraksi budaya yang ada di Lewolema saat ini.

Baca juga: Jelang Festival Nubun Tawa, Bupati Flotim Ultimatum Kontraktor Pengerjaan Jalan

“Tidak bisa kita dipungkiri bahwa banyak hal yang menjadi tradisi masyarakat dari hari ke hari terus tergerus, dengan berbagai perubahan,” katanya.

Dikatakannya, banyak orang muda saat ini tidak tahu lagi tentang kehidupan masyarakat zaman dulu   dan apa saja nilai-nilai dalam kebudayaan Lamaholot.

Dirinya juga mengatakan keterlibatan dan peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dan paling penting untuk mensukseskan festival tersebut.

“Festival itu dia bisa hidup dan dapat berjalan apabila ada keterlibatan penuh dari masyarakat nya. Sebuah festival dia tidak mempunyai makna ketika masyakarat tidak melaksanakannya sendiri,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar Festival Nubun Tawa menjadi festival tahunan di Kabupaten Flores Timur.  Ia juga berharap agar festival ditahun berikutnya nanti pemerintah mengurangi keterlibatan mereka dan masyakarat lebih dominan mengambil peran-peran tersebut, sehingga pada  suatu saat nanti seluruh peran berkaitan dengan festival harus benar-benar menjadi milik masyakarat Lewolema.

“Tahun depan kita akan laksanakan festival yang sama di Adonara, tahun berikutnya di pulau Solor, hal ini dilakukan guna mengambarkan ke tiga wilayah di Flores Timur ini,” katanya.

Untuk itu dirinya berharap agar adanya komunitas sadar wisata di Lewolema untuk menggerakan kembali Festival Nubun Tawa di tahun-tahun berikutnya.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Flotim menggelar festival seni budaya yang dimulai pada 5-7 Oktober 2018 di Kecamatan Lewolema.

Festival budaya “Nubun Tawa” itu mengikutsertakan masyarakat adat dari tujuh desa di Kecamatan Lewolema.

Baca juga: Bupati Flotim Dorong Peningkatan Sumber Daya Usaha Kaum Perempuan

Titik festival seni dan budaya antara lain di Desa Bantala, Desa Riangkotek, Desa Kawaliwu, Desa Lamatou, Desa Balukhering dan Desa Ilepadung.

Nubun Tawa itu adalah Festival Seni & Budaya Flores Timur yang menghidupkan dan menjaga budaya sebagai perekat keberagaman yang ada di bumi Lamaholot, dan dilaksanakan di Lewolema, Flores Timur.

Nubun Tawa yang bermakna: “lahir/tumbuhnya generasi muda” adalah spirit sekaligus dukungan terhadap generasi muda agar percaya diri serta memiliki keberanian memungut kembali kepingan-kepingan kebudayaan yang dibiarkan mati selama hampir setengah abad.

Festival ini lahir dari kesadaran akan pentingnya menghidupkan dan menjaga budaya yang menjadi perekat keberagaman yang ada di bumi Lamaholot, Flores Timur. Festival menjadi sarana untuk mengembalikan kebudayaan pada basis ekosistemnya.

Festival ini diharapkan menjadi gerakan bersama memajukan diri dan masyarakat. Membangun daya hidup, spirit berkerja dan berkarya.

Penulis: Stanis

Editor: STO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here