Beranda Parlementaria Ini Reaksi Sejumlah Fraksi DPRD Manggarai Soal Pernyataan Marsel Ahang

Ini Reaksi Sejumlah Fraksi DPRD Manggarai Soal Pernyataan Marsel Ahang

1.500 views
0
Sidang Paripurna ke-16 DPRD Manggarai dengan agenda Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2018, Sabtu (29/9/2018). (Foto: Adi Nembok/Flores Post)

FLORESPOST.co, Ruteng Tujuh Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai, telah menyampaikan pendapat akhir terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) Kabupaten Manggarai Tahun Anggaran 2018, Sabtu (29/9/2018) di ruang sidang utama dewan.

Dalam sidang paripurna yang dihadiri Bupati Deno Kamelus, Wabup Viktor Madur, Sekda Manseltus Mitak, Staf Ahli Bupati, Asisten dan pimpinan OPD, tujuh fraksi masing-masing Fraksi Partai Gerindra, Fraksi PDIP, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PAN, Fraksi Partai Demokrat dan Kebangkitan Nurani, Fraksi Restorasi Partai Nasdem serta Fraksi Gabungan Bintang Keadilan dan Persatuan, menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Kabupaten Manggarai T.A. 2018 untuk dibahas lebih lanjut.

Baca juga: Dituding Ada Proyek Fiktif, Ini Jawaban DPRD Kabupaten Manggarai

Dari tujuh fraksi, tiga fraksi masing-masing Fraksi Gerindra, Fraksi PAN dan Fraksi Golkar dalam pendapat akhir, juga menyoroti pernyataan anggota dewan Marsel Agus Ahang di media sosial yang menyebut ada proyek fiktif tahun 2018.

Fraksi Partai Gerindra melalui juru bicara Ardi Suardi menyebut pernyataan Marsel Ahang di media sosial tersebut menyesatkan. Sebab tahapan pembahasan APBD T.A. 2018 di DPRD Manggarai sesuai mekanisme dan transparan dalam dinamika pembahasan, baik pembahasan di komisi, badan anggaran maupun sidang-sidang paripurna.

Baca juga: Terkait Defisit Anggaran, Ini Penjelasan Ketua Banggar DPRD Kabupaten Manggarai

Fraksi PAN melalui juru bicaranya Magdalena Manul mengatakan, terkait situasi sosial di dunia maya, di mana Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai dan lembaga DPRD menjadi viral akibat beberapa yakni masalah KDP, Dana Hibah Bantuan Rehabilitasi dan Rekostruksi Pasca Bencana dan adanya dugaan pelaksanaan kegiatan proyek-proyek fiktif tahun anggaran 2018.

Dari tiga hal ini, lanjut Magdalena, point 2 dan 3 telah dilaporkan secara resmi oleh Marsel Ahang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta. Situasi ini menimbulkan begitu banyak  pertanyaan netizen, ada pro dan kontra dan menjadi teka-teki, bernarkah atau hanya sebuah fiksi dan halusinasi belaka.

Karena itu, terang Magdalena, Fraksi PAN mengajak untuk meluruskan pemberitaan ini. “Semuanya telah dijelaskan secara baik oleh pemerintah  daerah, tergantung daya serap dan sumber daya kita untuk memahaminya,” tandas Fraksi PAN.

Baca juga: Tudingan KDP 35 M, Fraksi PAN: 6 M, Bukan 35 M Seperti Yang Diberitakan!

Sementara tudingan adanya dugaan proyek fiktif tahun 2018, Fraksi PAN menilai pernyataan tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sedangkan Fraksi Golkar dalam pendapat akhirnya menolak dengan tegas terkait pernyataan oknum anggota dewan yang menyebut ada proyek fiktif di APBD induk tahun 2018.

“Fraksi Partai Golkar menolak dengan tegas pernyataan liar dari oknum anggota DPRD Manggarai yang viral di media sosial tersebut. Dikatakan liar karena pernyataan di medsos itu mengatasnamakan dirinya sendiri, namun sangat disayangkan menyebut dirinya sebagai anggota DPRD Manggarai. Karena itu, kami mohon Pimpinan DPRD untuk berkoordinasi sehingga kasus ini ditindaklanjuti oleh Badan Kehormatan Dewan,” tulis Fraksi Partai Golkar yang dibacakan Simon Wajong dalam sidang paripurna.

Penulis: Adi Nembok

Editor: AN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here