Tagih Hutang Anggota Dewan, Sejumlah Orang Datangi Kantor DPRD Manggarai

oleh
Matias Jarot saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di gedung DPRD Manggarai, Senin (1/10/2018) (Foto: Adi Nembok/Flores Post).

FLORESPOST.co, Ruteng Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, NTT, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Marsel Nagus Ahang, S.H, diduga terlibat hutang piutang dengan sejumlah orang.

Besaran uang yang dipinjamkan kepada Ahang bervariasi dari Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per orang dan hutang piutang ini terjadi antara tahun 2014 dan 2016 silam.

Matias Jarot, seorang pedagang di Pasar Inpres Ruteng, kepada wartawan di Gedung DPRD Manggarai, Senin (1/10/2018) mengaku pernah meminjamkan uang kepada Marsel Ahang pada tahun 2016 senilai Rp.5 juta yang ditransfer ke rekening Ahang dan dijanjikan akan dikembalikan dalam tempo dua bulan.

Baca juga: Dituding Ada Proyek Fiktif, Ini Jawaban DPRD Kabupaten Manggarai

“Tahun 2016 dia (Marsel) telepon saya untuk pinjam uang lima juta dan minta tolong kirim ke no rekeningnya. Saya sudah kirim dan ada buktinya. Dia janji untuk mengembalikan uang saya dalam tempo dua bulan,” kata pria yang biasa disapa Tias ini.

Tias mengaku, ia mendatangi gedung dewan yang juga tempat kerja Ahang guna meminta bantuan lembaga ini untuk menyelesaikan masalah utangnya dengan Ahang.

Matias Jarot dan kawan-kawan saat mendatangi gedung DPRD Manggarai, Senin (1/10/2018) (Foto: Adi Nembok/Flores Post).

“Saya berulang-ulang menagih uang saya, baik lewat telepon maupun langsung ke rumahnya. Tetapi abis dengan janji-janji saja. Beberapa kali saya ke rumah Marsel tapi tidak pernah ketemu, makanya saya ke sini (DPRD-red) untuk cari dia sekaligus mengadukan masalah saya. Bahkan saya pernah diancam juga,” jelas Tias seraya mengaku uang yang dipinjamkan pada Marsel itu adalah modal dagangnya.

Baca juga: Ini Reaksi Sejumlah Fraksi DPRD Manggarai Soal Pernyataan Marsel Ahang

Ferdi Tambu dan Alfons Jehabut, dua pedagang beras di Pasar Inpres Ruteng, yang ikut bersama Tias ke gedung dewan enggan berkomentar lebih jauh soal tujuan mereke ke dewan.

“Apa yang kami sampaikan sama seperti yang disampaikan Om Tias,” kata Alfons yang diamini Ferdi.

Sebagaimana disaksikan media ini, ketiga warga tersebut diterima anggota dewan Rafael Nanggur, Ardi Suardi dan Kasmir Jarung di ruangan Wakil Ketua DPRD Paul Peos.

Usai menggelar pertemuan singkat, Ardi Suardi mengaku persoalan ini akan diurus Badan Kehormatan Dewan.

“Yang BK urus nanti khusus masalahnya Tias. Kalau dua orang lainnya tidak punya urusan dengan Marsel Ahang, karena menyangkut urusan dagang beras di pasar dengan pedagang lain yang mereka sebut namanya Marsel Damat,” tandas Ardi.

Baca juga: Tudingan KDP 35 M, Fraksi PAN: 6 M, Bukan 35 M Seperti Yang Diberitakan!

Sementara Marsel Damat, yang ditemui terpisah membenarkan jika dirinya ada masalah utang dengan Marsel Ahang.

“Tahun 2014 bulan Oktober Marsel Ahang ke rumah saya untuk pinjam uang sebesar Rp 6 juta. Ada kwitansinya dan tanda tangan di atas meterai 6.000. Uang itu dijanjikan akan dikembalikan dalam tempo tiga minggu apa tiga bulan. Saya lupa pastinya, tapi ada di dalam kwitansinya,” urai Marsel Damat.

Menurut Damat, awalnya ia keberatan untuk meminjamkan uang pada Marsel, karena uang tersebut merupakan modal usaha dagang beras dengan teman-teman dagangnya.

“Karena saya lihat Marsel Ahang teman saya, makanya saya kasih pinjam uang itu. Uang itu uang modal usaha kami dan jika ditotalkan sampai saat ini dari utang pokok tambah bungannya sudah mencapai Rp 20 juta,” jelas Damat.

Baca juga: Ahang Nyaris Baku Hantam dengan Kakak Kandungnya di Ruang Sidang DPRD

Terkait kehadiran Ferdi Tambu dan Alfons Jehabut ke gedung dewan, Marsel Damat mengaku atas suruhannya.

“Saya ada beri surat kuasa kepada keduanya untuk menagih utang pada Marsel Ahang,” tambah Damat.

Selain Tias Jarot, Marsel Damat warga lain yang meminjamkan uang pada Marsel yakni Paulus Jemarus warga Kecamatan Rahong Utara yang kini bermukim di Kupang. Jumlah uang Paul pada Ahang sebesar Rp 10 juta yang dipinjamkan pada tahun 2016 lalu.

Sementara Marsel Ahang yang dikonfirmasi melalui WhattsApp membantah memiliki utang dan menilai kalau masyarakat-masyarakat itu sengaja di suruh seseorang guna memperkeruh suasana.

Baca juga: Terkait Defisit Anggaran, Ini Penjelasan Ketua Banggar DPRD Kabupaten Manggarai

“Saya tidak pernah ada terima uang dari mereka dan kalau itu benar ya ada pihak yang berwajib untuk menyelesaikannya dan saya tidak pernah menjanjikan sesuatu. Justru Marsel Damat malah mau sogok saya karena saya lapor kerja proyeknya di Lamba Ketang senilai satu miliar lebih di Kantor Kejaksaan tapi saya tolak dan tidak terima. Kalau Marsel Damat ada utang di saya kenapa dia harus pake preman segala kenapa dia tidak bertemu langsung dengan saya itu kan logikanya pak. Tidak ada utang dari Marsel Damat di saya pak kalaupun itu ada kwitansi itu hanya omong kosong yang sengaja dia buat keruh situasi. Omong kosong Matias Jarot ada utang di saya. Ini hanya strategi mereka untuk menjebak saya,” tulis Marsel Ahang dalam pesan WhattAppnya.

Penulis: Adi Nembok

Editor: AN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *