IWAPI Flotim Rangkul Wanita Pengusaha Kecil di Pulau Solor

oleh
Ketua IWAPI Flores Timur Siti Rugaya saat sedang memberikan motivasi kepada penenun. (Foto: Stanis/Flores Post)

FLORESPOST.co, Solor Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Cabang Flores Timur (IWAPI FLOTIM) merangkul wanita pengusaha produktif yang ada di Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur (Flotim).

Kegiatan yang dikemas dalam agenda perdana merangkul perempuan pengusaha kecil di kepulauan ini menghadirkan sejumlah pengrajin tenun ikat di Desa Lewograran, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flotim, Kamis (11/10/2018).

Ketua DPC IWAPI Flores Timur Siti Rugaya di sela-sela kegiatan tersebut mengatakan kehadiran IWAPI  di Pulau Solor untuk mengajak wanita penenun berpartisipasi dan menjadi anggota IWAPI, sehingga tambah Dia, segala informasi bisnis maupun program-program kerja dari IWAPI mereka dapat terlibat langsung serta menambah wawasan usaha mulai dari pengolahan usaha sampai pada  kepemasaran.

Baca juga: Pantai Riangsunge Menjadi Pusat Parade Budaya di Solor Barat

“Setelah kami mengamati dan melakukan komunikasi langsung bersama para pelaku penenun, ternyata selama ini mereka kesulitan dalam melakukan pemasaran dan pengadaan bahan baku,” kata Siti.

Segala aspirasi dan keluhan dari para ibu-ibu penenun di Desa Lewogeraran, lanjut Siti akan dicatat dan dibahas dalam agenda kerja IWAPI Flotim.

“Kehadiran kami sekaligus memperkenalkan IWAPI kepada masyarakat Solor Selatan. Kebetulan dalam waktu dekat IWAPI NTT akan melakukan pelatihan digital marketing. Digital marketing adalah kerja sama antara IWAPI dengan pihak facebook,” jelasnya.

Baca juga: Festival Nubun Tawa Mengangkat Tradisi Kehidupan Lamaholot

Dikatakannya, melalui pelatihan tersebut nantinya aspirasi pemasaran yang yang diharapkan oleh pelaku penenun dapat terjawabi. Karena sistem  pemasaran yang ditawarkan melalui pelatihan tersebut adalah pemasaran online.

“Kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak desa melaui kepala desa untuk mengutus beberapa pelaku usaha penenun yang ada di Desa Lewogeraran untuk turut serta dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh IWAPI,” ungkap Siti.

Lebih lanjut dirinya mengharapkan dengan pelatihan digital marketing, ke depannya mereka (pelaku tenun) dapat mengaplikasikan pemasaran online melalui website desa.

Penulis: Stanis

Editor: STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *