Beranda Florata News Ini Pedoman Hidup Sehat Saat Memasuki Usia 60 Tahun

Ini Pedoman Hidup Sehat Saat Memasuki Usia 60 Tahun

563 views
0
Seminar Kesehatan yang berlangsung pada hari Jumat (19/10/2018) di Gereja Emanuel Ruteng. (Foto: Adi Nembok/Flores Post).

FLORESPOST.co, Ruteng Seiring bertambahnya usia, tubuh juga menunjukkan tanda-tanda perubahan. Mulai dari fungsi sistem pencernaan, sistem kekebalan tubuh dan masalah otot dan sendi. Perubahan-perubahan yang terjadi seperti ini akan dialami pria dan wanita saat memasuki usia 60-an.

“Namun, di usia seperti ini kita bisa tetap sehat asalkan bisa menerapkan pola hidup sehat,” kata dr. Ronal Susilo saat menjadi pembicara dalam seminar kesehatan yang berlangsung di Gereja Emanuel Ruteng, Kabupaten Manggarai, Jumat (19/10/2018).

Dalam seminar yang disponsori Kalbe dan dihadiri ratusan peserta tersebut, dr. Ronal mengatakan, memasuki usia 60-an terjadi perubahan-perubahan pada tubuh manusia seperti sistem pencernaan. Pada masalah sistem pencernaan ini akan terjadi masalah seperti tanggalnya gigi sehingga fungsi mengunyah tidak optimal. Begitupun ukuran lambung akan mengecil sehingga daya tampung dan penyerapan nutrisi berkurang. Nafsu makan juga akan menurun.

“Perubahan ini menyebabkan menurunya asupan makanan sehingga berpotensi mengalami malnutrisi,” kata dr. Ronal.

Selain masalah sistem pencernaan, lanjut dr. Ronald, masalah lain yang muncul saat memasuki usia 60-an yakni masalah sistem kekebalan tubuh yang menurun sehingga meningkatkan resiko terjadinya berbagai penyakit. Pada usia 60-an juga terjadi masalah otot dan persendian. Otot tubuh secara signifikan akan menurun dan digantikan lemak. Persendian menjadi lebih besar dan kaku. Kedua hal ini dapat menyebabkan gangguan motorik.

Menurut dr. Ronald, penuaan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari. Namun kualitas hidup sehat dan prima masih kita bisa dapatkan dengan menjaga pola hidup sehat seperti sering bergerak atau olah raga, tidur yang cukup, hindari stress dan asupan nutrisi yang cukup.

Dokter Ronald juga menyarankan kepada peserta seminar dan masyarakat pada umumnya untuk menjadi dokter bagi diri sendiri.

“Kalau ada makanan atau sayur-sayuran yang tidak cocok bagi tubuh kita, sedapat mungkin untuk tidak menkonsumsinya. Cari alternatif lain saja dan jangan dipaksakan. Jadilah dokter untuk sendiri,” katanya.

Penulis: Adi Nembok

Editor: AN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here