Anggota Dewan Pertanyakan Political Will Pemerintah dalam Menangani Stunting

oleh
Rapat dengar pendapat pimpinan dan anggota DPRD Manggarai dan Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai dalam mengatasi stunting di Manggarai. (Foto: Adi Nembok/Flores Post).

FLORESPOST.co, Ruteng Stunting atau masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, kini menjadi masalah serius di Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan penilaian WHO, bila angka stunting di atas 40% maka itu dikategorikan serius.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, angka stunting di Kabupaten Manggarai mencapai 58,8%, di atas prevalensi stunting tingkat nasional yakni 37%.

Tingginya angka stunting tersebut juga menempatkan Kabupaten Manggarai di urutan keenam dengan angka stunting yang tinggi dari 21 kabupaten/kota di NTT.

Baca juga: Atasi Stunting, Peran Perempuan Sangat Diperlukan

Untuk itu Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai dan Yayasan Ayo Indonesia Manggarai mengadakan acara dengar pendapat bersama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Manggarai terkait penanganan stunting di Manggarai, Kamis (25/10/2018) di Spring Hill Resto.

Dalam dengar pendapat yang juga dihadiri sejumlah Pimpinan OPD itu, Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai yang juga Asisten II Sekda, Si Ketut Suastika dalam penjelasannya mengakui akan melaksanakan aksi daerah dalam rangka memerangi stunting ini.

“Konsentrasi kita adalah bagaimana pemenuhan pangan dan gizi dan konsentrasi yang lebih tajam pada ibu yang hamil,” kata Ketut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara mengatakan, masalah stunting tidak terlepas dari persoalan ekonomi. Karena itu, dengan program Simantri yang tengah digalakkan pemerintah saat ini salah satu tujuannya adalah meningkatkan ekonomi masyarakat. Jika ekonomi sudah membaik tentu ada perhatian akan gizi.

“Penanganan stunting di Manggarai harus dilakukan bersama sesuai dengan persoalannya masing-masing. Kita harus keroyok ini,” kata Yoseph.

Baca juga: Stunting Bisa Diatasi dengan Pencegahan Dini

Senada dengan itu, Kepala Dinas Perikanan, Vinsen Marung mengatakan, masalah stunting juga dipengaruhi pola konsumsi di Manggarai yang lebih mengutamakan konsumsi beras ketimbang konsumsi pangan lainnya.

Sementara anggota DPRD Manggarai, Rafael Nanggur mempertanyakan tentang political will pemerintah dalam menangani stunting.

“Pertanyaan saya, acara-acara seperti ini sebetulnya siapa yang inisiatif, pemerintah atau stakeholder di luar pemerintah,” tanya Rafael yang tidak mendapat jawaban pasti sampai diskusi usai.

Rafael mempertanyakan hal tersebut sebab masalah stunting di Manggarai sudah bergema sejak tahun 2015 silam, sementara RPJMD disusun tahun 2016.

Soal program Simantri yang tengah digalakkan pemerintah saat ini, Rafael tidak melihat ada spesifikasi soal program khusus untuk menangani stunting.

“Dalam program Simantri, saya tidak melihat ada identifikasi misalnya sayur apa yang tidak mengandung gizi buruk. Kita ingin realistis saja. Soal data yang disampaikan hanya data umum dan teori saja,” tandas Rafael.

Tentang Hari Pangan Sedunia (HPS), Rafael juga melihat hanya ceremonial belaka. Padahal HPS merupakan moment yang penting dalam membicarakan dan mengatasi stunting.

Baca juga: Ini Yang Dilakukan Pemerintah dalam Memerangi Masalah Stunting di Manggarai

Terkait political will pemerintah, menurut anggota dewan dari PDIP apakah hanya sekedar partisipasi saja dalam diskusi tentang stunting ataukah sudah pada tataran pelaksanaan terutama dalam alokasi dana dalam mengatasi stunting.

“Stunting sudah masuk dalam RPJMD tahun 2016 dan pelaksanaan tahun 2017 tapi belum ada anggarannya. Kami pemilik anggaran siap menganggarkan dana asalkan benar-benar untuk mengatasi stunting,” tambah Rafael.

Ben Isidorus anggota dewan lain mengingatkan pemerintah untuk selalu mengawasi setiap bantuan yang turun ke masyarakat agar benar-benar tepat sasaran.

“Harus dievaluasi soal bantuan-bantuan yang turun  ke masyarakat. Kalau sudah benar dan kurang dananya kita siap tambah dananya. Tetapi kalau dananya sudah lebih, pelaksanaannya tidak benar, itu yang menjadi perhatian kita.

Bagi Ben, menggelontorkan anggaran untuk stunting tidaklah sulit, tetapi harus ada penegasan kategori-kategori tentang stunting itu sendiri.

Penulis: Adi Nembok

Editor: AN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *