Beranda Ekobis P.O Gunung Mas Dituntut Bayar Pesangon

P.O Gunung Mas Dituntut Bayar Pesangon

12
0
Celly Trisno, Pemilih P.O Gunung Mas (Foto: Adi Nembok/Flores Post)

FLORESPOST.co, RutengKamilus Biru, mantan sopir di Perusahaan Oto (P.O) Gunung Mas Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, tuntut pihak perusahaan untuk segera membayar pesangonnya.

Pasalnya, setelah diberhentikan sejak tahun 2017 lalu, hingga kini pihak P.O Gunung Mas belum membayar pesangon terhadap Kamilus Biru.

“Kamilus mengabdi sebagai sopir di Gunung Mas selama 16 tahun. Tahun 2017 lalu dia diberhentikan oleh perusahaan. Tapi sampai saat ini, perusahaan belum memberi pesangon”, kata Kamilus melalui Kuasa Hukumnya Plasidus Asis Deornay, Senin (29/10/2018) di Ruteng.

Asis mengatakan, tidak hanya Kamilus yang diberhentikan, isteri Kamilus yang bekerja sebagai staf administrasi di perusahaan yang sama juga diberhentikan dan belum mendapat juga pesangon.

Menurut Asis, dari keterangan yang disampaikan dua kliennya itu, keduanya diberhentikan karena adanya tekanan.

“Semacam ada tekanan dari perusahaan. Sehinga mereka tidak lagi aktif  dan memilih untuk tidak lagi bekeja”, kata Asis.

Dijelaskan Asis, jika mengacu pada UU No 13 tahun 2003, pasal 156  tentang Ketenagakerjaan, seorang buruh memiliki hak yang sama tanpa membedakan status apakah dia dikontrak, permanen, harian atau tenaga lepas.

Dia menyebutkan, dalam UU tersebut, diatur ketika buruh di-PHK atau mengundurkan diri maka kewajiban perusahaan adalah memberikan pesangon.

kasus Kamilus dan Isterinya, lanjut Asis, menjadi tidak jelas karena tidak ada surat PHK dari perusahaan maupun surat pengunduran diri dari Kamilus dan isterinya.

“Saya melihat kasus ini tidak jelas. Saya mencoba mengadvokasi  kemarin secara keseluruhan, apa yang menjadi hak buruh itu diberikan perusahaan. Sehingga saya mendatangi Gunung Mas mengacu pada pasal 156 itu”, kata Asis.

Mengacu pada UU ini, menurut Asis, maka total pesangon yang harus dibayar Gunung Mas kepada Kamilus dan isterinya senilai Rp 70 juta.

Lalu, kata Asis, ada negosiasi kedua belah pihak dan disepakati pihak perusahaan akan membayar pesangon pada Kamilus dan isterinya senilai Rp 35 juta.

“Pesangon Rp 70 juta itu, karena berdasarkan ketentuan UU. Tapi karena kami melakukan pendekatan secara persuatif dan bicara dari hati ke hati, pemilik perusahaan akhirnya hanya akan memberikan pesangon senilai Rp 35 juta. Dan bukan kami yang menentukan angka ini melainkan pengakuan pemilik perusahaan sendiri. Sehingga karena ini sudah deal, maka kami tidak melanjutkan ke proses hukum”, tambah Asis.

Namun dalam perjalanan, lanjut Asis, pemilik perusahaan berubah pikiran dan mengatakan kalau kuasa hukumnya sedang mengkaji permitaan tersebut.

“Saya melihat, kalau pendekatan hukum dan pendekatan hati tidak diamini P.O Gunung Mas, maka saya kira penyelesaian akan diserahkan pada proses sebagaimana aturan yang berlaku”, katanya.

Sementara itu Celly Trisno, pemilik P.O Gunung Mas yang dikonfirmasi wartawan, Senin (29/10/2018) sore di kantornya membenarkan kalau Kamilus dan Kuasa Hukumnya  telah menemuinya.

Celly mengaku, ia tidak mem-PHK Kamilus dan isterinya. Keduanya berhenti karena permintaan sendiri.

Soal pesangon yang dituntut Kamilus, Celly mengatakan dirinya akan melakukan konsultasi dengan kuasa hukumnya, apakah pesangon tersebut disetujui atau tidak.

“Kalau Kamilus didampingi kuasa hukumnya, maka saya juga perlu didampingi kuasa hukum saya. Saya minta bersabar dulu”, ungkapya.

Celly juga mengatakan, pihaknya pernah memberikan uang kepada Kamilus dan isterinya usai berhenti dari P.O Gunung Mas senilai Rp 11 juta dengan rincian Rp 6 juta untuk Kamilus dan Rp 5 juta untuk isterinya.

“Saya tidak tahu apakah uang yang saya berikan itu dilihat sebagai pesangon atau tidak. Itu terserah mereka saja. Namun yang pasti saya sudah kasih uang kepada keduanya”, jelas Celly.

Celly menambahkan kalau dirinya juga sudah dipanggil pihak Disnakertrans Kabupaten Manggarai untuk memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

“Saya sudah bertemu pihak Disnakertrans. Saya memberikan jawaban sesuai apa yang mereka tanyakan. Untuk proses lebih lanjut, saya siap mengikutinya,” tegas Celly.

Penulis:  Adi Nembok

Editor: AT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here