Beranda Florata News Pelaku Penganiayaan Di Maumere Ternyata juga Pelaku Curanmor

Pelaku Penganiayaan Di Maumere Ternyata juga Pelaku Curanmor

10
0
Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Heffri Dwi Irawan ketika menyampaikan keterangan pers. (Foto:Dion/Florespost)

FLORESPOST.co, MaumereKepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Resor Sikka, akhirnya menahan dan mengungkap kasus penikaman ARW, dan AAM, Sabtu (27/10/2018) dini hari, di perempatan Jalan Lingkar Luar Kota Maumere.

“Penikaman terhadap kedua korban ini dilakukan oleh tersangka BA(18) alias Bria dan  YA (19) alias Padak  Benar pada hari Sabtu tanggal 27 Oktober 2018”, ungkap Kapolres Sikka AKBP Rickson PM Situmorang didampingi Kasat Reskrim AKP Heffri Dwi Irawan saat menyampaikan keterangan pers kepada media, Selasa (30/10/2018).

Tersangka ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP / 113 I X / 2018 / NTT I RES. SIKKA, tanggal 27 Oktober 2018 tentang Perkara Tindak Pidana Penganiayaan.

Dikatakan Rickson, mulanya tersangka dengan inisial BA bersama teman temannya dari arah Kewapante menuju arah Maumere dengan tujuan mengikuti pesta di depan Hotel Nara, Desa Lepolima, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Ketika tersangka sampai di perempatan Rujab Wakil Bupati Sikka, tersangka bertemu dengan saksi KS dan AW yang sementara berboncengan dengan sepeda motor.

“Tersangka mengejar saksi dengan menggunakan sepeda motor dari arah belakang dan menendang saksi yang sementara di atas sepeda motor akan tetapi saksi jalan terus dan selanjutnya tersangka mengejar saksi dengan sepeda motor dari arah belakang”, urainya.

Rickason menjelaskan, kedua saksi masuk ke dalam tenda pesta dan tersangka berhenti di Perempatan Lingkar Luar bersama teman-temannya, dan selang beberapa waktu tersangka melihat ada sekelompok orang yang keluar dari arah tempat pesta sehingga pada saat orang-orang tersebut tiba di perempatan Linggkar luar tempat tersangka dan teman-teman tersangka berhenti.

Lalu, lanjut Rickson, tersangka merasa ketakutan dan panik sehingga mengeluarkan pisau dan langsung menikam membabi buta dan mengenai 2 (dua) orang atas nama korban AAM yang mengalami luka pada dada kiri dan pinggang kiri, serta korban alas nama ARW mengalami luka pada punggung belakang.

“Tersangka YA alias PADAK ternyata juga merupakan pelaku Pencurian sepeda motor berdasarkan keterangan para saksi dan barang bukti yang disita petugas berupa satu unit mesin sepeda motor dan satu rangka sepeda motor yang telah terpisah antara mesin dan rangka sepda motor tersebut”, kata Rickson.

Rickson menjelaskan, setelah tersangka melakukan pencurian satu unit sepeda motor milik korban selanjutnya tersangka membongkar (pretel ) bagian bagian sepeda motor tersebut untuk mengecoh petugas.

PADAK telah lama menjadi target operasi anggota lapangan terkait dugaan pencurian sepeda motor (curanmor) sesuai laporan polisi Nomor: LP/34/VIII/2018/NTT/Res.Sikka/Sek.Alok, tanggal 27 Agustus 2018.

Sepeda motor dicuri di wiliyah Misir Barat, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kota Maumere.

“Setelah dilakukan pemeriksaan pelaku penganiayaan ini terlibat kasus curanmor berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti ditemukan di rumah pelaku,” ujar Rickson.

PADAK, warga Dusun Napun Seda, Desa Seusina, Kecamatan Kewapante mengaku baru pertama kali mencuri sepeda motor. Ia membawa sepeda motor curian ke rumahnya ditanyai oleh ibunya tentang sepeda motor tersebut.

“Mama tanya sepeda motornya siapa. Saya jawab milik teman saya. Mama tidak tanya lagi”, katanya.

Sepeda motor itu sempat digunakannya sendiri, kemudian dipretelinya dan dijual murah. Ia mengaku telah mendapatkan uang sekitar Rp 1 juta dari menjual bagian-bagian sepeda motor yang dipretelinya.

“Uang saya pakai beli pakaian, makan dan minum buat senang-senang,” ujar Padak.

Penulis: Dion

Editor: AT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here