Beranda Florata News Di Pota, Matim, Seorang Ayah Mencabuli Anaknya Sendiri

Di Pota, Matim, Seorang Ayah Mencabuli Anaknya Sendiri

204
3
Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK (Foto: Yuga/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng  Pria asal Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Basri diketahui telah merenggut kehormatan putinya RS (16) yang masih berstatus pelajar SMA.  RS tinggal di kampung Randang, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambi Rampas.

Usai melakukan aksi bejatnya, sang ayah juga mengancam akan membunuh korban (RS) apabila korban menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga ataupun orang lain.

Atas pengakuan dari korban bersama dua saksi lainnya, keluarga memutuskan melaporkan perbuatan bejat Basri ke Polsek Sambi Rampas guna diproses sesuai dengan hukum.

Kasus  dugaan pemerkosaan yang dialami RS sudah dilaporkan ke Polsek Sambi Rampas, pada hari Sabtu 24 November 2018.

Berdasarkan data yang diterima  Polres Manggarai dari Polsek Sambi Rampas, Minggu (25/11/2018)  disampaikan bahwa  dugaan persetubuhan anak di bawah umur ini dilakukan oleh ayah kandung RS, pada tanggal 13 Oktober 2018 sekitar pukul 20.00 wita. RS disetubuhi oleh ayahnya di semak belukar pingiran jalan pertigaan jurusan Pota- Biting, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui Kasubag Humas Polres Manggarai, Ipda Daniel Djihu, menjelaskan,  dugaan pencabulan anak di bawah umur tersebut telah ditangani.

“Atas laporan itu, korban  sudah dirujuk ke Puskesmas Pota oleh penyidik kepolisian untuk diperiksa dan

pelaku dugaan pencabulan atas anak kandungnya telah diamankan di Mapolsek Sambi Rampas,” jelas Djihu.

Penulis: Yuga

Editor: AT

3 KOMENTAR

  1. Itu beritanya mohon dilansir secara lengkap & akurat. Kami yg merupakan orang masyarakat diaspora Randang Desa Nanga Mbaur sangsi dgn isi berita yg dirilis florespost ini. Tabe barangkali bisa dilengkapi identitas pelaku, seperti kediaman pelaku, istri pelaku & foto pelaku. Trims

  2. Keji sekali.. kemana sih hati nuraninya,memperlakukan anak sendiri spt itu. Mungkin ini sbg perhatian kita semua. Karena bukan pertam kalinya kejadian spt ini,bahkan sdh sering. Mungkin pemerintah bisa mengeluarkan ide,cara penanganan masalah spt ini supaya tdk ada lagi. Ini semua berangkat dr pendidikan. Pendidikan maksimal pola pikir baik

  3. Berita utk Masalah Pencabulan Anak Di Bawah Umur oleh orang Tuanya sendiri yang terjadi Di Pota Sambirampas tidak Jelas..!!
    Mohon memberikan berita yg akurat.
    Terimakasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here