Sudah Tiga Bulan, AJ Pelaku Pemerkosaan Belum Tertangkap Polisi

oleh
Kasubbag Humas Polres Manggarai, IPDA Daniel Djihu, Jumat (7/4/2017) (Foto : Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng AJ (48), terduga pelaku pemerkosaan terhadap anak tiri di Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, tak kunjung ditangkap polisi. Padahal kasus ini sudah dilaporkan korban dan keluarga pada polisi resor Manggarai pada 3 September 2018 lalu.

Kapolres Manggarai melalui Kasubag Humas Ipda Daniel Djihu, kepada Florespost.co, Senin (26/11/2018) membenarkan kalau polisi belum berhasil menangkap AJ.

Daniel mengaku kalau polisi kesulitan menangkap AJ, karena yang bersangkutan selalu berpindah-pindah tempat dan menghindar dari kejaran polisi.

Walau selalu menghindar, tegas Daniel, polisi akan tetap memburu pelaku. Pelaku juga sudah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi.

“Dia selalu menghindar dan kami akan tetap memburunya.Dia juga DPO polisi,” tandas Daniel.

Diberitakan sebelumnya, AJ (48) warga Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT, diduga memperkosa dan mengancam anak tirinya, Bunga (19) sebut saja namanya demikian.

Bunga, kepada wartawan, Senin (3/9/2018) mengaku ia diperkosa berulang-ulang selama enam tahun oleh ayah tirinya, sejak dirinya duduk di bangku kelas 1 SMP tahun 2012 silam hingga dirinya tamat SMA tahun 2018 ini.

Bunga tidak bisa melaporkan perbuatan bejat AJ pada BJ, ibu kandung Bunga yang tidak lainnya isteri kedua AJ, sebab AJ selalu mengancam akan membunuh Bunga dan BJ jika melaporkannya.

“Dia selalu mengancam akan membunuh saya dan ibu saya kalau berani melaporkan perbuatannya,” kata Bunga.

Dalam melancarkan aksinya, kata Bunga, pelaku terlebih dahulu memberinya air minum.

“Setelah saya minum air pemberian AJ, saya langsung tidak sadarkan diri. Di saat itulah ia memperkosa saya,” jelas Bunga dengan linangan air mata.

Bunga mengaku, setiap kali ada kesempatan, AJ selalu memaksanya untuk melakukan hubungan badan.

“Setiap kali ada kesempatan dia selalu memaksa saya walau saya menolaknya. Kalau saya lagi datang bulan, baru dia tidak melakukannya. Saya takut lapor pada ibu saya, karena selalu diancam sama bapak tiri saya,” urai Bunga.

Bunga baru bisa keluar dari lubang neraka ini, ketika ia nekat melarikan diri dari rumah AJ dan berlindung di rumah pamannya di Mena, Kelurahan Compang Tuke, Kecamatan Langke Rembong.

Kasus ini akhirnya terkuak, setelah Bunga menceritakan semua kejadian yang dialaminya pada pamannya. Dari pamannya ini, ibu kandung Bunga baru mengetahui perbuatan bejat AJ pada anak keduanya itu.

Polisi telah menerima laporan Bunga dan keluarganya dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/159/IX/2018/NTT/RES M’RAI.

Fransiskus Ramli SH, usai mendampingi korban di Polres Manggarai, meminta pihak kepolisian untuk menyikapi secara serius kasus ini dan segera memanggil terduga pelaku.

“Harus segera panggil terduga pelaku dan diberikan pasal-pasal yang berat,” tegas Pengacara masyarakat miskin di NTT yang biasa disapa Boy Koyu ini.

Untuk diketahui,  Bunga pernah tinggal bersama ibu kandung dan adik laki-lakinya di rumah AJ di Karot. AJ dulu memiliki seorang isteri namun tidak dikarunia anak. Isteri AJ tersebut dikabarkan telah meninggalkan AJ.

Entah mulai dari mana, AJ akhirnya bertemu dengan BJ, ibu kandung Bunga dan sepakat jadi suami isteri. Walau sudah cukup lama hidup bersama, pasangan ini belum dikaruniai anak.

Sementara suami BJ, ayah kandung Bunga sudah lama meninggal dunia. Perkawinan BJ dengan almarhum suaminya dikarunia tiga orang anak.

Penulis:Adi Nembok

Editor: AT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *