Puisi Gerard N. Bibang: Sedetik Kembali Pergi

oleh
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Puisi Gerard N. Bibang

 

Sedetik

cinta yang belum bernama menghempaskan sayapnya ke pinggir jalan itu

mungkin begitulah nasib cinta yang belum punya bentuk

sedetik demi sedetik kemudian sunyi jadi besi

kaku dan dingin seperti hidup di bui

 

Kembali

berikan kembali

berikan kembali

nyanyian sunyi

dari lubuk hati

jangan, jangan pernah berhenti mencintaiku

cintamu adalah hidupku

matiku terbayang di ujung cintamu

 

Pergi

matahari terbit dan pergi

apakah ia sebenar-benarnya pergi

akulah yang meninggalkannya

maka akulah yang sejatinya berangkat darinya

tapi apakah pergi itu

ialah jalan kembali

mungkin kembali kepadaku

yang jelas kepada Sang Maha Penciptamu

di sanalah kita akhir2nya berjumpa

kita sama2 pergi dan kembali kepada-NYA

 

Bandara

aku yakin di tepi bandara

kau akan menungguku

tapi apa arti menunggu

cinta kita memang bersayap utk terbang

namun akan turun membumi

menuju landas pacu di tanah tempat jemari kaki kita berpijak

di tepi bandara itu

kau mengulang sejarah masa lalu

menyemaikan kembali melankoli

nostalgia kasih yang tak mati

 

Sakti

hanya dengan KATA

kau yakin seyakin-yakinnya

bagai memasuki yang tak pernah ada

kau tak tahu apakah itu yang namanya cinta yang jadi sakti

kau tak tahu apakah itu yang namanya bahagia sejati

sakti

suci

abadi

 

Berahi

kau katakan tidak ada mimpi dan berahi di kamar itu

tapi aku katakan dengan jujur:

“aku bukan besi tua dan kau bukan batu akik”

di dekat jendela, wajah kita merah padam

tidak ada suara jeritan

kau dan aku dengar diam

menuggu titah langit biru tentang apa artinya memberahi

pada  akhirnya, menunggu adalah sebuah kasih

 

Masa Lalu

orang memang tak berdaya ketika waktu melepaskan masa lalu

tambah tak berdaya ketika masa lalu kehilangan fokus

aku ingat di ruang registrasi hotel itu

mereka menanyakan alamatku

aku hanya ingat alamatmu

ah, jangan-jangan masa depan kita terletak di masa lalu

mengais cinta yang tak lekang hancur di kubur batu

****

(gnb:tmn aries:jkt:1.12.2018:menjelang minggu pertama advent)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *