Buron 3 Bulan, Terduga Pelaku Pemerkosaan Anak Tiri Akhirnya Ditangkap

  • Whatsapp
AJ, terduga pelaku pemerkosaan anak tiri, saat diamankan polisi. (Foto: Dok. Polisi)

FLORESPOST.co, Ruteng Setelah buron kurang lebih tiga bulan, terduga pelaku pemerkosaan anak tiri berinisial AJ (48), akhirnya berhasil ditangkap tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Satuan Reskrim Polres Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/12/2018) sekitar pukul 12.00 wita.

Menurut Kapolres Manggarai, melalui Kasubag Humas Ipda Daniel Djihu, AJ ditangkap di rumahnya di Karot, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong oleh Tim Jatanras dibantu unit PPA dan piket Dalmas Polres Manggarai.

Muat Lebih

Saat ditangkap, kata Daniel, AJ sedang bersembunyi di bawah kolong tempat tidur.

“Pelaku sudah diamankan di Polres Manggarai untuk kepentingan proses selanjutnya,” jelas Daniel.

Diberitakan sebelumnya, perilaku bejat AJ tidak pantas ditiru. Pasalnya, pria 48 tahun ini diduga tega memperkosa dan mengancam anak tirinya Bunga (19), sebut saja namanya demikian.

Bunga, kepada wartawan, Senin (3/9/2018) mengaku ia diperkosa berulang-ulang selama enam tahun oleh ayah tirinya, sejak dirinya duduk di bangku kelas 1 SMP tahun 2012 silam hingga dirinya tamat SMA tahun 2018 ini.

Bunga tidak bisa melaporkan perbuatan bejat AJ pada BJ, ibu kandung Bunga yang tidak lainnya isteri kedua AJ, sebab AJ selalu mengancam akan membunuh Bunga dan BJ jika melaporkannya.

“Dia selalu mengancam akan membunuh saya dan ibu saya kalau berani melaporkan perbuatannya,” kata Bunga.

Dalam melancarkan aksinya, kata Bunga, pelaku terlebih dahulu memberinya air minum.

“Setelah saya minum air pemberian AJ, saya langsung tidak sadarkan diri. Di saat itulah ia memperkosa saya,” jelas Bunga dengan linangan air mata.

Bunga mengaku, setiap kali ada kesempatan, AJ selalu memaksanya untuk melakukan hubungan badan.

“Setiap kali ada kesempatan dia selalu memaksa saya walau saya menolaknya. Kalau saya lagi datang bulan, baru dia tidak melakukannya. Saya takut lapor pada ibu saya, karena selalu diancam sama bapak tiri saya,” urai Bunga.

Bunga baru bisa keluar dari lubang neraka ini, ketika ia nekat melarikan diri dari rumah AJ dan berlindung di rumah pamannya di Mena, Kelurahan Compang Tuke, Kecamatan Langke Rembong.

Kasus ini akhirnya terkuak, setelah Bunga menceritakan semua kejadian yang dialaminya pada pamannya. Dari pamannya ini, ibu kandung Bunga baru mengetahui perbuatan bejat AJ pada anak keduanya itu.

Fransiskus Ramli SH, usai mendampingi korban di Polres Manggarai, meminta pihak kepolisian untuk menyikapi secara serius kasus ini dan segera memanggil terduga pelaku.

“Harus segera panggil terduga pelaku dan diberikan pasal-pasal yang berat,” tegas Pengacara masyarakat miskin di NTT yang biasa disapa Boy Koyu ini.

Untuk diketahui, selama ini Bunga tinggal bersama ibu kandung dan adik laki-lakinya di rumah AJ di Karot. AJ dulu memiliki seorang isteri namun tidak dikarunia anak. Isteri AJ tersebut dikabarkan telah meninggalkan AJ.

Entah mulai dari mana, AJ akhirnya bertemu dengan BJ, ibu kandung Bunga dan sepakat jadi suami isteri. Walau sudah cukup lama hidup bersama, pasangan ini belum dikaruniai anak.

Sementara suami BJ, ayah kandung Bunga sudah lama meninggal dunia. Perkawinan BJ dengan almarhum suaminya dikarunia tiga orang anak.

Penulis: Adi Nembok  

Editor: AN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *