Gempa Magnitudo di Manggarai Barat Dirasakan Hingga ke Bima NTB

  • Whatsapp
Inilah pusat gempa Magnitudo di Manggarai Barat. (Foto/istimewa)

FLORESPOST. co, Labuan Bajo – Gempa bumi dengan Magnitudo 5.0 yang mengguncang kabupaten Manggarai Barat sekitar pukul 10:48:29 Wita pagi tadi, selain dirasakan di Labuan Bajo, Manggarai Barat dan Ruteng di Kabupaten Manggarai, gempa ini juga dirasakan hingga ke Bima, Nusa Tenggara Barat.

Seperti yang dilansir Florespost.co, melalui aplikasi InfoBMKG, Senin (7/1/2019), lokasi gempa bumi terletak pada 8,1 derajat lintang selatan dan 119,88 derajat bujur timur.

Muat Lebih

Pusat gempa bumi berada pada 66 kilometer barat laut dan 119.88 bujur timur Kabupaten Manggarai Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa dengan kedalaman 10 kilometer ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini belum ada laporan terjadinya kerusakan akibat gempa bumi tersebut.

Waspada Tsunami Selat Sunda

Berdasarkan informasi Badan Geologi terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, seperti dirilis Florespost.co, melalui siaran pers pada website BMKG di www.bmkg.co.id, menyebutkan, dengan mempertimbangkan kondisi lereng/tebing dasar laut ataupun kondisi potensi kegempaan di Selat Sunda, maka zona waspada tsunami masih diterapkan dalam radius 500 m dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah (elevasi kurang dari 5 m di atas permukaan laut).

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr. Ir. Muhamad Sadly, M. Eng, dalam siaran pers di Jakarta pada 5 Januari 2019 meminta masyatakat tetap tenang dan waspada, dalam beraktivitas di pantai/pesisir Selat Sunda, dalam radius 500 m dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah.

“Mohon terus memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial InfoBMKG, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi MAGMA INDONESIA Badan Geologi-ESDM, agar tidak terpancing dengan informasi / isu yang menyesatkan,” harap Muhamad Sadly.

BMKG beserta Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman kata dia, masih tetap terus memantau, dan akan terus menyampaikan informasi perkembangannya.

Penulis : Stanis
Editor : STO

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *