Di Kampung Deru, Kesenian Tradisional Manggarai Semarakkan NTBB

oleh
Pentas kesenian tradisional Manggarai turut menyemarakkan Natal dan Tahun Baru Bersama (NTBB), oleh masyarakat Kampung Deru, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur. (Foto/Mulia Donan)

FLORESPOST.CO, Borong – Pentas kesenian tradisional Manggarai turut menyemarakkan Natal dan Tahun Baru Bersama (NTBB), oleh masyarakat Kampung Deru, Desa Mokel, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, NTT, Senin (31/12/2018) malam lalu.

Kegiatan yang digagas oleh Persatuan Pemuda Pelajar Kampung Deru (P3KD), selain berupaya untuk mengangkat, membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap kesenian lokal, pentas ini sengaja dihadirkan untuk memberi kesan berbeda dipenghujung tahun 2018 dalam memasuki tahun baru 2019.

Kesenian tradisional yang dipentaskan seperti, tarian ndundu ndake, tarian sangku lerong, tarian enu delipa songke, dan juga turut dimeriahkan dengan tarian modern seperti dance, lawak, Puisi dan fashion show.

Kegiatan natal dan tahun baru bersama ini berlangsung penuh meriah, dan disaksikan oleh seluruh warga masyarakat kampung Deru.

Ketua panitia kegiatan Epinius Ten dalam sambutannya menjelaskan, dirinya merasa bangga dan senang karena, kegiatan natal dan tahun baru bersama yang dilakukan oleh Persatuan Pemuda Pelajar Kampung Deru (P3KD) berjalan dengan baik dan lancar.

“Kegiatan natal dan tahun baru bersama yang dilakukan oleh persatuan pemuda pelajar kampung Deru bukan kegiatan yang baru dibentuk namun, kegiatan ini adalah kegiatan rutinan yang wajib dibuat oleh generasi kampung Deru setiap tahunnya,” kata Ten.

Dirinya menambahkan kegiatan tersebut sudah berjalan kurang lebih tiga belas tahun, yaitu mulai dari tahun 2005 hingga sekarang. Kegiatan natal dan tahun baru bersama ini juga kata Dia, berjalan dengan baik dan lancar.

“Kegiatan natal dan tahun baru bersama ini bukan sekedar dibuat. kegiatan ini bagi kami sangat berguna dan bermanfaat untuk perkembangan minat dan bakat generasai kampung Deru kedepannya,” kata dia.

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini anak-anak muda di kampung Deru khusunya pelajar, selalu kompak dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan selanjutnya.

“Jangan berhenti sampai disini, karna kegiatan ini adalah salah satu wadah dimana kita dapat berinteraksi dan beriterelasi satu dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Terpisah, Penasihat P3KD Lodovikus Datun menjelaskan, tema natal umat kristiani yang digalakan oleh konferensi wali gereja indonesia Yesus Kristus adalah hikmat bagi kita.

“Kata hikmat dalam kamus mengandung arti banyak hal. Tetapi satu kata kuncinya bahwa hikmat itu adalah sesuatu yang kita mau petik dalam hidup kita,” jelasnya.

Dikatakannya, jika ditahun tahun 2018 masih banyak berjalan didalam kegelapan, sering kali keliru dalam menilai, sering kali menyatakan hal yang tidak nyata dalam kehidupan, semoga harap dia, di tahun yang baru tahun 2019, Tuhan Yesus melalui kehadirannya di kandang betlehem, membuka hati manusia menjadi terang.

“Saya sangat bangga dan tersanjung dengan tema yang dituangkan oleh P3KD pada malam hari ini yaitu Tahun Baru Sebagai Momen Reflektif dan Pembaharuan. Kalau saya mau sejarah awal tentang kampung Deru dan organisasi kecil seperti ini, memang sungguh kita dianggap ketinggalan zaman,” jelasnya.

Lodovikus mengisahkan, tahun 2005 awal pembentukan organisasi kecil di kampung Deru, dan kegiatan awal yang dilakukan waktu itu adalah debat setiap malam Minggu.

Melalui organisasi kecil seperti ini kata Lodovikus, kampung Deru selalu eksis dalam menjalankan berbagi macam kegiatan baik dari kegiatan debat, penanaman pohon, hingga sampai pada kegiatan natal dan tahun baru bersama.

“Jangan bicara bahwa kampung lain di Paroki Mukun yang memulai kegiatan natal dan tahun baru bersama semuanya itu omong kosong. Yang memulai melakukan kegiatan natal dan tahun baru bersama adalah kita orang kampung Deru,” tegasnya.

Dikatakannya, organisasi kecil yang saat ini masih aktif dan eksis di kampung Deru tujuan awal dirinya adalah untuk mengembangkan minat dan bakat anak-anak kampung Deru.

“Lewat organisasi kecil seperti ini, bisa membudayakan itelektualitas kemampuan seorang generasi kampung Deru, bagaimana dia mengolah hal yang buruk menjadi hal yang baik dan hal yang gagal menjadi hal yang sukses,” ungkapnya

Ia mempunyai satu prinsip dalam hidup yakni manusia yang tidak bisa buat apa-apa dianggap manusia mati.

“Untuk adik-adik persatuan pemuda pelajar kampung Deru (P3KD) organisasi kecil ini jangan berhenti sampai disini terus kalian bangkit dan kembangkan karna ini adalah salah satu wada yang dapat memanusikan manusia khususnya adik-adik saya di kampung Deru,” pesan Lodovikus.

kedepannya Lodovikus menginginkan agar orang muda khusunya pemuda pelajar kampung Deru (P3KD) lebih bersemangat lagi dalam membangun organisasi.

“Karna kalian adalah generasi dan tulang punggung kampung Deru yang siap membawa perubahan dan kemajuan di dalam kampung ini,” ungkapanya.

Penulis : Mulia Donan
Editor : STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *