Puisi-Puisi Edit Theresia*: Aku Ingin, Sajak, Cerita Lalu

  • Whatsapp
Ilustrasi (Foto: Pinterst)

Sajak

Selamat jumpa sayangku,

Terima kasih sudah hadir dalam mimpi malamku

Semuanya indah

Engaku memelukku dalam balutan kasih

Engkau menciumku dalam nuansa cinta

Sungguh

Aku benar-benar jatuh

Sungguh

Aku benar cinta

Sajak

Salam jumpa kembali saying

Terima kasih sudah menghiasi tidurku

Semuanya nikmat

Engkau membidiku dalam sebuah ranjang

Mendekap,

Sekejap pula engkau meniduriku

Sajak

Salam jumpa sayang

Terima kasih terakhir kaliku

Engkau ternyata bernama “Pengkhianat”

Sajak

Dating menelanjangiku

Sekejap terlentang dalam dunia tidur kita berdua,katanya engkau sayang aku

Engkau pengkianat

lalu Pergi, dan aku sendiri.

Sang Musafir

Aku Ingin

Secangkir lagi

Relung gunung namamu, mendekap lorong-lorong gang

Menggores pena, melebur angkasa

Masih ada secangkir, namun kau lupa

Aku punya secangkir lagi,

Semerbak wanginya mengharum

Dan semuanya usai, tanpa cerita baru

Dan kau kembali lupa.

Cerita Lalu

Jejak cenderung menghantui

Memberi bekas lukisan telapak kaki ini.

Seperti gemertuk serdadu berpacu dengan kuda liar

Tombak dan perisai melayang seperti angin ribut di musim panas

Aku terlena dengan goda sang  nona berparas manja

Seperti alunan musik klasik yang kian didengar tengah petang menghampiri.

Sambil menikmati teh hangat

Buatan pacar, mantanku.

Lukisan pena kembali bergelut dengan kanvas memberi arti dari semua imaji yang terbang lepas bersama saraf.

Semua cenderung bekerja

Mencari inspirasi yang masih hancur tak terurai dalam bingkisan karya.

Gadis tak bertuan

Penghapus nafsu

Itu kisah lamaku

Saat semua lajang berkumpul selepas pulang mengadu nasib.

*)Mahasiswa PBSI Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *