Gelis Sagusaku IGI Menyapa Siswa di Lembah Kelapa

  • Whatsapp
Tim Gelis Sagusaku IGI Flotim saat sedang memberikan motivasi dihadapan lara siswa

Oleh : Kamsudin Ridwan, M.Pd
Wakil Ketua IGI Flotim

FLORESPOST.CO, Adonara – Hari itu, Selasa 11 Desember 2018, suasana pagi nampak cerah. Pagi itu cuaca di Pulau Adonara masih bersahabat menunggu kedatangan Tim Gelis Sagusaku IGI Flotim untuk bersua dengan para siswa dalam rangka wisata literasi.

Muat Lebih

Di lembah itu, lembah kelapa, nama sebuah tempat di desa Kiwangona Kecamatan Adonara Timur. Pagi-pagi buta, hawa dingin masih terasa. Paskal dan Nancy semenjak semalam tadi sudah berada di Waiburak, segera bangun dari tidurnya, melepaskan selimut yang masih melekat di tubuh.

Sebelum berangkat ke lokasi kegiatan, sebagai tuan rumah Kamsudin mempersilahkan tamunya untuk mandi terlebih dahulu dan berkemas-kemas lalu menyicipi alakadar yang sudah dihidangkan sebagai menu jamuan sarapan pagi sembari ditemani segelas kopi pahit dan sebatang rokok yang mampu menjadi penghangat.

Pagi itu, kami tidak harus menunggu lama. Kami segera bergegas dan bergerak menuju ke lokasi kegiatan. Semenatara rekan kami, Tim Gelis Sagusaku IGI Flotim yang masih berada di Larantuka segera menyusul kemudian. Mereka adalah Rugaya Salem dan Helmi Tukan. Jam 07.00 pagi mereka baru saja menyeberang dari pelabuhan Larantuka ke Wailebe (nama sebuah desa di pulau Adonara, Kecamatan Wotanulumado).

Kamsudin, Nancy, dan Paskal jam 07.00 pagi sudah mulai bergerak meninggalkan Waiburak menuju ke desa Kiwangona, tepatnya di SDK Kiwangona 1. Sesampainya di sana mereka langsung menyiapkan segala sesuatunya untuk kelancaran acara pembukaannya nanti.

Pagi itu, suasana di lokasi kegiatan masih terlihat sepi, di depan ruang guru di SDK Kiwangona 1 sudah ada terlihat dua atau tiga orang tamu undangan. Mereka adalah para kepala sekolah, ketua gugus Amir Hamzah, dan pengawas TK/SD (Pak Wahid Mansyur) yang mewakili kordinator wilayah dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kecamatan Adonara Timur.

Waktu terus berjalan, jarum jam di aula SDK Kiwangona 1 hampir menunjukkan jam 09.00 pagi waktu Adonara dan sekitarnya, acara pembukaan kegiatan wisata literasi gelis belum bisa dimulai karena masih menunggu kedatangan rekan-rekan kami dalam perjalanan menuju Kiwangona. Para undangan dan siswa peserta gelis nampak gelisah dan resah.

Tiba-tiba, tepatnya jam 09.00 pagi tibalah Tim Literasi Gelis di tempat acara. Kamsudin yang sejak tadi berdiri di pelataran halaman sekolah langsung mempersilahkan tamu undangan untuk memasuki ruangan acara. Selang beberapa menit kemudian, Ibu Helmi Tukan yang baru saja tiba itu langsung menyapa para siswa dan tamu undangan dengan penuh semangat, pertanda acara pembukaan akan segera dimulai.

Pagi itu acara pembukaan tidak begitu meriah, PLN pagi itu memang tidak bersahabat, semenjak pagi hingga acara pembukaan dimulai listrik tak kunjung juga menyala. Meskipun tanpa ada pengeras suara, namun tidak menyulutkan api semangat para peserta gelis sagusaku untuk tetap mengikuti kegiatan. Acara pembukaan dimulai, Helmi Tukan yang ditugaskan sebagai pengendali acara mulai beraksi melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Satu persatu rangkaian acara telah dilewatinya, sampailah pada acara sambutan-sambutan. Sambutan pertama dibawakan oleh saudara Kamsudin Ridwan yang mewakili ketua IGI Flotim yang tidak berkesempatan hadir. Dalam sambutannya, Kamsudin menjelaskan bahwa gerakan literasi sekolah yang dinamakan gelis merupakan bagian dari program kanal pelatihan sagusaku (satu guru satu buku) Ikatan Guru Indonesia.

Tujuan dari kegiatan wisata gelis sagusaku ini adalah “memberikan suntikan motivasi kepada para siswa agar mampu menuangkan ide dan perasaannya melalui bahasa tulisan seperti menulis cerpen, puisi, dan kisah-kisah inspiratif”, tutur Kamsudin. Ada pun output (hasil) yang diharapkan setelah kegiatan wisata gelis sagusaku ini adalah “memotivasi siswa untuk berani menuangkan ide dalam bentuk tulisan, mendorong terbentuknya Tim Literasi Sekolah (TLS) pada sekolah sasaran kegiatan, mendorong terimplementasinya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada sekolah sasaran kegiatan, dan hasil tulisan siswa diseleksi dan akan dibukukan dalam buku antologi puisi, cerpen, atau kisah inspiratif”, terang Kamsudin.

Selanjutnya, Kamsudin juga mengatakan bahwa kegiatan wisata literasi gelis sagusaku ini berlangsung selama dua hari, masing-masing tanggal 11 dan 12 Desember 2018 yang terjadi di dua titik kecamatan Adonara Timur. Titik pertama berpusat di SMPS Lembah Kelapa dan SDK Kiwangona 1 dengan jumlah peserta 90 orang siswa. Sedangkan di titik yang kedua akan dilaksanakan keesokan harinya tanggal 12 Desember 2018 yang berpusat di wilayah Tapobali, tepatnya di SMPN Satap Tapobali dan SDI Tapobali dengan jumlah peserta 70 orang siswa.

Pada kesempatan yang sama, Wahid Mansyur dalam sambutannya mewakili Kordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kecamatan Adonara Timur mengapresiasi kegiatan wisata literasi yang diselenggarakan oleh pengurus IGI Kabupaten Flores Timur. Menurutnya, dalam kurikulum K13 terdapat tiga kompetensi yang mesti dimiliki siswa, yaitu penguatan pendidikan karakter (PPK), kompetensi intelektual, dan kompetensi literasi. Sehingga dengan demikian ia berharap kegiatan gelis sagusaku yang diselenggarakan oleh IGI Kabupaten Flores Timur dapat menjawab tuntutan tersebut.

Acara pembukaan telah usai. Tiba saatnya peserta gelis sagusaku mulai menerima suguhan materi tentang menulis puisi, cerpen, dan cerita inspiratif yang dipandu langsung oleh Tim Gelis Sagusaku IGI Flotim. Mereka terlihat antusias dan penuh rasa percaya diri bahwa mereka mampu menuangkan ide mereka lewat bahasa tulisan. Tugas kita adalah bagaimana menumbuh kembangkan potensi-potensi yang mereka miliki sehingga berkembang maksimal. Karena pada dasarnya setiap anak yang dilahirkan telah dibekali dengan potensi-potensi itu.

Tim Gelis Sagusaku IGI Flotim yang turut hadir dalam memberikan pendampingan kegiatan wisata literasi berjumlah tujuh orang. Mereka adalah Elisabeth Wilhelmina Jawa Tukan, S.Pd, Rugaya Salem, S.Ag, Kamsudin Ridwan, M.Pd, Vinsensia B. Odi Kein, S.Pd, Paskalis Kawan, S.Pd, Slamet Wahyanto, S.Pd, dan Apolonia Gerinus Gola, M.Pd. Mereka adalah jajaran pengurus IGI Flotim periode 2018-2023 dan merupakan alumni sagusaku (peserta diklat satu guru satu buku).

Kurang lebih selama tiga jam para peserta gelis sagusaku dibimbing untuk menjadi seorang penulis. Mereka dilatih menulis dari hal-hal yang sederhana, hal-hal yang akrab dengan kehidupan mereka sehari-hari, hal-hal yang terdapat di sekeliling mereka yang dapat dijadikan sebagai bahan inspirasi, misalnya ketika melihat gunung, kebun, sekolah, dan masih banyak yang lainnya yang dapat dijadikan tema untuk menulis puisi.

Panas matahari menyengat tubuh. Jam menunjukkan pukul 12.30, para peserta kegiatan literasi satu persatu telah menyelesaikan tulisannya dan siap untuk dikumpulkan. Tiba saatnya para peserta wisata literasi bergegas pulang ke rumahnya masing-masing setelah selama tiga jam mereka berlatih mengasah kemampuan merangkai kalimat-kalimat puitis. Di raut wajah mereka yang polos dan lugu terpendam banyak potensi yang mesti terus dikembangkan. Mereka haus akan motivasi, mereka ingin bisa seperti anak-anak di daerah lain.

Para Tim Pelatih dari IGI Flotim sebelum meninggalkan lokasi kegiatan, tidak lupa mereka berpose bersama peserta gelis sagusaku dan bersama bapak, ibu guru pendamping dari masing-masing sekolah. Setelah itu, Tim Pelatih Gelis berpamitan dan bergegas pulang. Ibu Apolonia dan Pak Slamet Wahyanto yang berdomisili di Kecamatan Klubagolit kembali ke tempat mereka, disusul Pak Kamsudin bersama rombongan Tim Gelis dari Larantuka dan Solor bergerak menuju Waiwerang.

Sesampainya di Waiwerang, tepatnya di Waiburak, Tim Gelis dari daratan Larantuka dan Solor beristirahat sejenak menghilangkan kepenatan. Selanjutnya Ibu Helmi dan Ibu Rugaya, dan Pak Paskal yang berdomisili di Larantuka segera pamit dan meninggalkan Waiburak menuju Kota Nagi melalui jalur Waiwerang-Tobilota. Sementara Ibu Nancy Kein yang berasal dari daratan Solor, malam itu menginap di rumah temannya di Suku Tokan. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *