Sukacita Natal Memperkuat Karakter Berbelarasa

oleh
Paduan suara SPATER CHOIR

(Natal Bersama Keluarga Besar SMP Katolik Frater Maumere)

FLORESPOST.CO, Maumere – Natal merupakan proses kelahiran kembali untuk pribadi kita masing-masing. Untuk dapat lahir kembali kita harus mengendalikan diri kita masing-masing yang liar, sombong dan egois.

Disamping itu Natal dalam gereja iman Katolik bukanlah sebuah perayaan ulang tahun. Seperti ulang tahun Kemerdekaan bangsa,ulang tahun kelahiran kita. Karena kelahiran Yesus adalah kelahiran dari Roh Kudus Allah. Sehingga dalam setiap perayaan Natal tidak ada ulang tahun Natal atau kelahiran Yesus Kristus.

Natal hendaknya membuat kita semkin kuat dalam kebersamaan yang berbelarasa yang solider dengan sesama. Mengapa Natal terjadi di Betlehem? Karena Betlehem yang artinya roti. Di sanalah roti berkelimpahan seperti yng disabdakan Allah sendiri dalam diri Yesus yang lahir.

Pater Fredy Sebo,SVD mengatakan inspirasi Injil Yoh.3.22-33 dalam acara Natal bersama keluarga besar SMP Katolik Frater, Sabtu,12/1/2019 bertempat di Aula Mardi Wiyata Maumere.

Pater Fredy, panggilannya, imam Serikat Sabda Allah juga memberikan refleksi dan pencerahan kepada semua warga SMP Katolik Frater Maumere sukacita natal hari ini hendaknya membuat kita untuk mengendalikan diri dari berbagai macam sikap liar yang selama ini sulit dikendalikan.

Adapun penyakit-penyakit itu antara lain, Pertama, Kudis yaitu Kurang disiplin. Penyakit yang sangat populer saat ini di kalangan siswa bahkan para guru dan pegawai.

Kedua AIDS. AIDS yang terdiri dari alpa, izin dan sedikit-sedikit sakit. Penyakit ini hanya membuat asal-asal dalam bekerja.

Ketiga Pucat Pasi, yaitu pulang cepat pada hal masih pagi. Ini penyakit malas dalam belajar serta kerja yang tidak bertanggungjawab.

Keempat, Kurang Rapih.
Banyak siswa sangat kemomos dalam penampilan baik seragam dan tubuhnya mulai kepala sampai kaki.

Kelima Kram, yaitu kurang ramah. Penyakit yang membuat orang tidak sopan dalam menghargai orang lain. Keenam Flu yaitu Facebook Melulu.
Banyak siswa membuat facebook dan akhirnya lupa baca buku dan belajar.

Diakhir renungan Pater Fedy berpesan agar segera sembuhkan penyakit-penyakit itu. Jinakan semua perilaku buruk kalian yang selama ini sudah membuat kita menjadi liar agar kita menjadi manusia baru yang dilahirkan kembali dalam sukacita Natal ini.

Bukalah semua perilaku yang selama ini digembok kuat-kuat dalam hati agar terbuka dan menjadikan kalian lebih nyaman dalam belajar untuk menpai cita-cita.

Fr.M. Herman Yosef, BHK-S.Pd, dalam sambutan mewakili keluarga besar SMP Katolik Frater mengatakan Tema sentral Natal adalah cinta. Kehadiran Kristus sebagai manusia merupakan bentuk nyata kasih Allah kepada kita.

Dalam cara yang sama, cinta kita kepada Tuhan harus diwujudkan secara nyata dalam perbuatan kasih kepada sesama dan ciptaan Tuhan lainnya.

Fr Herman, yang biasa disapa menegaskan bahwa, bentuk-bentuk lahiriah dari cinta harus nyata dalam kehidupan sehari-hari, tanpa membuat perbedaan, dalam keluarga, lingkungan kerja, dan bentuk interaksi sosial lain, bahkan di dunia maya sekalipunn.

Diakhir sambutan Fr Herman menyampaikan terima kasih untuk semua yang telah menyukseskan semua acara Natal bersama kita ini.Tuhan membalas semua kerja keras kita dengan rahmat yang berlimpah.

Bagi Beatrix Melinda Lifindra siswa kelas tujuh Natal adalah sebuah momentum harapan yang pasti sebagai semangat baru dalam mencapai mimpi dan cita-cita di masa datang, dengan belajar dan terus belajar dengan meneladani cinta kristus yang lahir di kandang Betlehem.

Sementara Vania Goni, siswi yang gemar biola ini mengatakan bahwa Natal baginya bukan sekedar baju baru yang kukenakan, juga bukan perihal hidangan di atas meja, atau alunan merdu music dalam kilau kemerlap pohon terang.

Bagiku Natal adalah membangun niat hati yang kuat menyambut Yesus yang lahir sekaligus membangun kerjasama antar teman untuk memperkuat pendidikan karakter.

Selain itu,Jiro siswa berprestasi akademik SMP Frater juga mengatakan Natal bukan hanya sekedar pesta atau acara tetapi sebuah momen kebersamaan dengan juru selamat Yesus Kristus bersama teman, para guru, pegawai, teman-teman sekolah untuk membangun sikap yang berkarakter solider dan berbelarasa.

Sukacita Natal bersama dimeriahlan dengan paduan suara SPATER CHOIR. Paduan suara asuhan para guru seni SMP Katolik Frater Maumere. Lagu-lagu SPATER CHOIR menggema dalam Aula Mardi Wiyata.

Ribuan siswa dan undangan terpesona dengan lagu-lagu yang dikumandangkan diiringi organis Bapak Hilfin dari SMATER Maumere dengan dirigen Ibu Eusabia Edel.

Acara Natal bersama menjadi lebih gegap gempita diisi dengan rangkaian acara hiburan yang membuat ribuan siswa dan undangan larut dalam tenang seperti terhipnotis menyaksikan acara demi acara yang ditampilkan.

Adapun acara yang ditampilkan antarara lain, Band Spater Mof, Dancer Kolaborasi Budaya dan Modern, Modeling yang gemulai di panggung hiburan, Vokal Grup, Nyanyi Solo, Atraksi-Atraksi Seni, Gawi, Jai bersama 1.310 siswa.

Acara Natal bersama dihadiri Kepala SMAK Frateran Maumere, Fr. Poly, BHK, guru/pegawai SMP Frater, Siswa dan undangan lainnya. ***

Jurnalisme warga Maumere: Adrianus Bareng S.Pd.
Editor: STO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *