Flobamora Bali Ingatkan Warga NTT untuk Tidak Membawa Senjata Tajam ke Bali

oleh

Florespost.Co, Denpasar- Ikatan Keluarga Besar Flobamora Bali kembali mengingatkan warga NTT yang hendak datang ke Bali untuk tidak membawa Senjata Tajam (Sajam).

Hal tersebut diutarakan oleh ketua umum Flobamora Bali Yosep Yulius Diaz merespons banyaknya temuan senjata tajam yang disita dari para penumpang kapal oleh petugas keamanan di pelabuhan Benoa Bali.

“untuk itu, kami dari Badan Pengurus Flobamora Bali mengingatkan warga NTT yang hendak ke Bali untuk tidak lagi membawa senjata tajam,”ujar Yosep Yulius Diaz di Denpasar Minggu (13/1) sore.

Kendati demikian, Calon Anggota Legislatif untuk DPRD Bali dari partai Gerindra ini juga mengakui bahwa senjata tajam merupakan hal yang lumrah bagi warga NTT.

“Tapi hal itu tidak berlaku di Bali, di sini (Bali) membawa senjata tajam itu bisa dikenakan pasal karena melanggar undang-undang, jadi kalau datang merantau itu cukup bawa semangat, bawa ilmu untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik lagi,”ujar ketua umum Flobamora Bali tiga periode ini.

Himbauan serupa juga datang dari sekretaris umum Flobamora Bali, Fredrick Billy. Menurut Fredrick, senjata tajam merupakan hal yang lumrah bagi warga NTT khususnya warga Sumba.

“Di Sumba budaya kita memang membawa senjata tajam seperti parang itu hal yang biasa, tapi kalau ke Bali jangan dibawah karena akan di sita oleh aparat kepolisian di pelabuhan Benoa,”katanya.

Maraknya temuan senjata tajam yang disita dari para penumpang kapal Pelni yang berlabuh di pelabuhan Benoa Bali juga dibenarkan oleh perwira kepolisian yang bertugas di polsek Benoa, Nurdi Nanggo.

Menurut Nurdin, selama ini aparat kepolisian yang bertugas di pelabuhan Benoa kerap mendapati senjata tajam yang dibawah oleh para penumpang kapal Pelni.

“Rata-rata mereka (Warga NTT) itu tidak tahu kalau parang yang mereka bawah ini termasuk barang-barang yang berbahaya dan melanggar undang-undang, jadi kita biasanya langsung sita jika kita temukan,”kata Nurdin yang juga menjabat sebagai ketua umum ikatan keluarga Wuamesu Ende Lio Bali ini.

Untuk itu ketua umum Flobamora Bali kembali mengingatkan warga NTT yang hendak datang ke Bali untuk memahami aturan di tempat tujuan.

“Jadi saya imbau warga kita (NTT) yang mau ke sini (Bali) untuk memahami dan mengikuti aturan yang ada di tempat tujuan, agar kita mudah bersosialisasi dan mudah diterima di tempat baru,”kata Yusdi.
Penulis: Tonny
Editor: AT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *